FIA Hapus Batasan Jabatan Presiden, Jalan Lapang Mohammed Ben Sulayem Pimpin F1 Lebih Lama
- Federasi Otomotif Internasional (FIA) resmi menghapus batasan masa jabatan untuk posisi presiden dan beberapa jabatan penting lainnya.
- Keputusan strategis yang diambil dalam sidang umum luar biasa di Makau ini melonggarkan langkah Mohammed Ben Sulayem untuk terus berkuasa.
- Kendati aturan periode dihapus, Ben Sulayem masih terganjal regulasi batas usia maksimal 70 tahun yang saat ini masih berlaku di internal FIA.
Federasi Otomotif Internasional (FIA) selaku badan tertinggi yang mengawasi Formula 1 resmi mengambil keputusan besar terkait masa depan organisasinya. Dalam sidang umum luar biasa yang digelar di Makau, Tiongkok, FIA menyetujui penghapusan batasan masa jabatan untuk posisi presiden dan beberapa posisi krusial lainnya. Keputusan ini secara otomatis menghilangkan hambatan politik utama bagi Mohammed Ben Sulayem jika dirinya ingin memimpin organisasi tersebut dalam jangka panjang.
Pihak FIA mengonfirmasi langkah strategis ini secara tertulis selepas pemungutan suara selesai dilaksanakan. "Batasan masa jabatan telah dihapus di dalam badan-badan struktur FIA," bunyi pernyataan resmi dari FIA. Penghapusan regulasi lama tersebut memicu perdebatan hangat di lingkungan internal F1, mengingat pembatasan masa jabatan sebelumnya dibuat demi menjaga iklim demokrasi organisasi setelah sempat diterpa berbagai konflik internal pada masa lampau.
Sebagai informasi, Ben Sulayem menjabat sebagai Presiden FIA sejak 2021 dan baru saja terpilih kembali tanpa oposisi pada Desember lalu untuk periode keduanya. Awalnya, masa kepemimpinan presiden dibatasi maksimal tiga periode dengan durasi masing-masing empat tahun. Terpilihnya kembali pria asal Uni Emirat Arab tersebut secara aklamasi sempat diwarnai isu miring, lantaran beberapa calon potensial mengaku terjegal oleh aturan pemilihan yang dinilai sangat restriktif.
Meski batasan periode resmi dihilangkan, langkah mantan pereli dunia ini tidak sepenuhnya mulus tanpa hambatan di masa depan. FIA sejauh ini masih mempertahankan regulasi batas usia maksimal 70 tahun bagi setiap kandidat yang ingin mendaftarkan diri sebagai presiden. Ben Sulayem sendiri akan menginjak usia 68 tahun pada pemilu FIA berikutnya di tahun 2029, yang berarti ia hanya bisa maju satu kali lagi kecuali aturan batas usia tersebut ikut diubah.
Aturan pembatasan jabatan ini sejatinya lahir sebagai respons atas akhir masa jabatan Max Mosley yang kontroversial selama 16 tahun hingga tahun 2009. Setelah era konflik Mosley dengan tim-tim F1 berakhir, Jean Todt kemudian memimpin dengan mematuhi batasan maksimal yakni 12 tahun sebelum akhirnya digantikan oleh Ben Sulayem. Walau kepemimpinan Ben Sulayem kerap diwarnai ketegangan dengan para pebalap dan tingginya perputaran staf, ia dinilai sukses membawa FIA bangkit dari krisis finansial pascapandemi COVID-19 dengan mencatatkan laba operasi mencapai 6,7 juta euro pada tahun 2025.