Kontroversi Bendera Kuning FIA, Keputusan Labil yang Mengancam Keselamatan Pembalap F1
- Keputusan FIA yang hanya mengibarkan bendera kuning tunggal saat kualifikasi GP Austria menuai kritik keras karena dinilai mengabaikan standar keselamatan.
- George Russell berhasil mengamankan posisi start terdepan dan meraih kemenangan di Austria setelah investigasi singkat menyatakan dirinya telah cukup melambat.
- Kritik terhadap FIA semakin meluas menyusul insiden salah kalkulasi penalti pit lane di Monaco serta tidak adanya transparansi dalam hasil evaluasi mesin sistem ADUO.
Federasi Otomotif Internasional (FIA) kembali menuai sorotan tajam dan kritik pedas dari berbagai elemen di paddock Formula 1. Badan pengatur balapan tertinggi ini dinilai melakukan blunder beruntun yang tidak hanya memengaruhi hasil kejuaraan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan para pembalap. Sorotan terbaru mengemuka setelah pergelaran Grand Prix Austria, di mana pembalap Mercedes, George Russell, berhasil keluar sebagai pemenang untuk kedua kalinya musim ini setelah sebelumnya berjaya di GP Australia.
Kontroversi di Austria bermula saat sesi kualifikasi, ketika Kimi Antonelli mengalami insiden keluar lintasan. Alih-alih mengibarkan bendera kuning ganda atau bendera merah yang sudah menjadi standar ketika ada mobil keluar jalur, pengawas balapan justru hanya mengaktifkan panel bendera kuning tunggal. Kondisi ini membuat George Russell, yang sedang melakukan flying lap di belakangnya, tetap memacu mobilnya karena aturan bendera kuning tunggal hanya mewajibkan pembalap mengurangi sedikit kecepatan tanpa harus membatalkan putaran.
Russell terbukti melakukan apa yang diminta aturan dengan mengangkat kaki dari pedal gas sekitar 100 meter lebih awal di tikungan dibandingkan lap sebelumnya. Namun karena keunggulan waktu yang sudah ia bangun di dua sektor awal, Russell tetap mampu mengamankan posisi start terdepan. "Setelah melakukan investigasi singkat, steward memutuskan bahwa sang pembalap telah cukup melambat demi mematuhi regulasi yang berlaku," ungkap laporan resmi internal.
Kendati Russell terbebas dari penalti, keputusan manajemen balapan memicu perdebatan sengit mengenai aspek keselamatan di lintasan. Banyak pembalap dan petinggi tim menilai kelalaian FIA mengibarkan bendera kuning ganda bisa memicu preseden buruk di mana pembalap lain akan tetap nekat memacu mobilnya saat melihat mobil lain melintir di depan mereka. Melalui sebuah video yang diunggah Mercedes di media sosial, bos tim Toto Wolff bahkan sempat menegur Antonelli agar tidak mengulangi kesalahan membaca situasi, sebuah pesan tersirat bahwa keselamatan kini terancam oleh kelambatan respons FIA.
Rentetan kesalahan fatal ini melengkapi rapor merah FIA setelah sebelumnya terjadi kekacauan sistem penalti batas kecepatan pit lane di GP Monaco beberapa pekan lalu. Akibat kegagalan metode kalkulasi alat ukur yang diakui sendiri oleh pihak FIA, sejumlah pembalap terkena getahnya termasuk Pierre Gasly yang kehilangan podium dan George Russell yang terlempar dari zona poin. Sebagai salah satu ajang olahraga terbesar di dunia, Formula 1 dinilai layak mendapatkan standar regulasi dan transparansi yang jauh lebih tinggi ketimbang yang dipertontonkan saat ini.