Berdasarkan laporan L'Equipe, media lokal Argentina cenderung mengabaikan insiden kartu merah kontroversial yang melibatkan Leandro Paredes di laga final. Publik Argentina lebih memilih fokus pada kepulangan sang gelandang ke klub Boca Juniors.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Paredes mengunggah pesan emosional melalui akun media sosial pribadinya. Ia mengaku bangga menjadi bagian dari skuad terbaik dalam sejarah sepak bola Argentina.
Menurut mantan pemain tim nasional Argentina Mauro Cetto, gaya bermain Paredes memang selalu menyulitkan lawan. Cetto menilai ketangguhan mental dan provokasi menjadi ciri khas permainan gelandang tersebut.
Gaya permainan agresif tim Argentina memicu kritik tajam dari publik Eropa. Namun, masyarakat Argentina merasa menjadi korban standar ganda dalam penilaian disiplin di lapangan hijau.
Berdasarkan ulasan jurnalis Tiempo Alejandro Wall, tindakan keras di lapangan juga dilakukan oleh para pemain Eropa. Ia mempertanyakan ketiadaan sorotan media saat Jude Bellingham menampar Valentin Barco.
Menurut Wall, publik sering melupakan sisi sportif tim Argentina. Ia mengingatkan momen ketika Lionel Scaloni berusaha menenangkan keributan serta aksi Lionel Messi yang merangkul Lamine Yamal seusai laga.