Ketegangan di tubuh federasi tertinggi sepak bola dunia kembali memanas. Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter melancarkan kritik tajam kepada penggantinya, Gianni Infantino, terkait rencana kontroversial penjualan saham turnamen akbar sejagat.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Rencana Infantino untuk melepas sebagian hak atau saham Piala Dunia kepada pihak investor swasta menuai gelombang penolakan masif. Berbagai pihak mulai dari UEFA, FIFPro, hingga Federasi Sepak Bola Prancis dengan tegas menentang kebijakan tersebut.
Berdasarkan laporan dari kantor berita Reuters, Sepp Blatter turut bergabung dalam barisan penolak kebijakan itu. Walaupun masa lalunya sempat tercoreng kasus korupsi, pria asal Swiss tersebut bersuara lantang membela kemurnian olahraga paling populer di bumi.
Menurut Sepp Blatter, sepak bola adalah milik publik yang tidak boleh dikuasai oleh segelintir individu atau institusi tertentu. "Sepak bola tidak milik siapa pun dan tidak milik lembaga mana pun. Sepak bola milik rakyat," ujar Blatter dengan tegas.
Blatter menambahkan bahwa langkah komersialisasi berlebihan ini akan berdampak buruk bagi masa depan olahraga si kulit bundar. Ia memperingatkan bahwa sepak bola akan kehilangan identitas aslinya jika berubah total menjadi mesin pencetak uang berorientasi laba.