Dunia kepelatihan sepak bola sering kali menuntut pengorbanan mental yang luar biasa. Tekanan hebat di kompetisi level atas mampu merusak gairah seorang juru taktik muda dalam sekejap.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengakuan Will Still, pemecatannya dari kursi kepelatihan Southampton setelah melakoni tiga belas pertandingan meninggalkan luka mendalam. Kehilangan rutinitas harian membuat hidupnya terasa hampa seketika.
Menurut Will Still dalam wawancaranya bersama L'Equipe, "C’était horrible. C’était toute ta vie, H24, 7 sur 7. Du jour au lendemain, on t’enlève ça." Ia merasa kehilangan arah dan tidak memiliki tujuan hidup setelah didepak dari klub Inggris tersebut.
Bahkan, pelatih berusia 33 tahun itu mengaku sempat berhenti total menikmati pertandingan sepak bola. "Pendant deux mois, je n’ai pas regardé de foot. Je n’y arrivais pas. Ça me saoulait," ujarnya mengenang masa-masa sulit tersebut.
Untuk memulihkan mentalnya yang kelelahan, Will Still memilih bepergian jauh ke berbagai negara. Kini, ia siap membuka lembaran baru bersama Auxerre di Liga Prancis demi mengembalikan kejayaan kariernya.