Prancis Hancur Lebur, Les Bleus Terpukul Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
- Tim nasional Prancis mengalami pukulan batin yang hebat setelah dipastikan tersingkir dari babak semifinal Piala Dunia 2026 akibat kalah 0-2 dari Spanyol.
- Suasana ruang ganti Les Bleus dilaporkan sunyi senyap dan kapten tim Kylian Mbappe tak kuasa menahan air mata karena kemarahan serta kekecewaan yang mendalam.
- Pelatih Didier Deschamps kini harus membangkitkan mental anak asuhnya demi menghadapi laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris yang menjadi laga perpisahannya.
Suasana duka dan kesunyian mendalam menyelimuti ruang ganti tim nasional Prancis setelah dipastikan tersingkir dari ajang bergengsi Piala Dunia 2026. Langkah anak asuh Didier Deschamps harus terhenti di babak semifinal setelah ditaklukkan oleh musuh bebuyutan mereka, Spanyol, dengan skor telak 0-2 di AT&T Stadium, Arlington. Kekalahan ini meninggalkan luka emosional yang sangat mendalam bagi seluruh penggawa Les Bleus yang tak menyangka performa mereka akan antiklimaks.
"Mereka benar-benar berada di dasar jurang," ujar salah satu anggota delegasi Prancis menggambarkan hancurnya mental para pemain setelah laga usai. Hampir tidak ada satu kata pun yang terucap di antara para pemain saat mereka meninggalkan lapangan hijau menuju ruang ganti. Sang kapten utama, Kylian Mbappe, bahkan dilaporkan terlihat meneteskan air mata dan dipenuhi amarah yang meluap-luap akibat kegagalan fatal ini.
Hanya ada beberapa pemain seperti Rayan Cherki dan bek tengah Crystal Palace, Maxence Lacroix, yang bersedia memberikan keterangan di hadapan awak media di area mixed zone. Lacroix tampak sangat terpukul dan kebingungan saat menjelaskan alasan di balik kekalahan menyakitkan dari tim berjuluk La Furia Roja tersebut. "Ada beberapa hal yang tidak berjalan dengan baik seperti biasanya, tetapi kami telah memberikan segalanya di lapangan," ungkap Lacroix dengan nada penuh penyesalan.
Setelah meninggalkan stadion, rombongan tim segera menuju bandara di Dallas untuk terbang ke Boston, di mana keheningan terus berlanjut sepanjang perjalanan hingga mereka tiba di hotel. Beberapa pemain yang mengalami insomnia bahkan memilih untuk menonton kembali rekaman pertandingan demi mengevaluasi kesalahan mereka, sementara yang lain mulai mengalihkan pikiran dengan merencanakan liburan. Tim pelatih Prancis secara terbuka menyebut penampilan anak asuhnya sebagai performa terburuk atau "non-match" yang sangat mengecewakan.
Kini, Didier Deschamps memikul tugas berat untuk memulihkan mentalitas skuadnya menjelang laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris di Boston. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu tersebut juga dipastikan menjadi momen perpisahan emosional bagi Deschamps yang akan menyudahi masa baktinya sebagai pelatih kepala Les Bleus. Meski target juara telah musnah, Deschamps menegaskan bahwa kehormatan seragam tim nasional harus tetap dibela habis-habisan sampai laga pamungkas.