Zlatan Ibrahimovic Dukung Zinedine Zidane Jadi Pelatih Baru Timnas Prancis
- Zlatan Ibrahimovic memberikan dukungan penuh kepada Zinedine Zidane untuk menggantikan Didier Deschamps sebagai pelatih kepala Prancis.
- Mantan striker Swedia tersebut mengkritik performa lesu para pemain Prancis saat ditumbangkan Spanyol 0-2 di babak semifinal Piala Dunia 2026.
- Ibrahimovic menegaskan Prancis bertabur bintang saat ini lebih membutuhkan sosok manajer berkarakter kuat daripada sekadar pelatih taktis.
Legenda sepak bola Swedia, Zlatan Ibrahimovic, memberikan dukungan penuh kepada Zinedine Zidane untuk mengambil alih kursi kepelatihan Tim Nasional Prancis. Pernyataan ini muncul setelah langkah skuad Les Bleus terhenti di babak semifinal Piala Dunia 2026 usai dikalahkan Spanyol dengan skor 0-2. Menurut Ibrahimovic, tim bertabur bintang seperti Prancis kini membutuhkan gaya kepemimpinan yang spesifik untuk bisa bangkit dan melangkah maju ke era baru.
Ibrahimovic menilai rekam jejak Zidane yang gemilang sewaktu menangani Real Madrid menjadi bukti sahih kapasitas sang maestro. Pria yang akrab disapa Ibra ini meyakini bahwa publik sepak bola pun sudah tahu ke mana arah pelatih legendaris tersebut selanjutnya berlabuh. "Zidane melakukan pekerjaan dengan baik saat berada di Real Madrid dengan memenangkan tiga trofi Liga Champions, dan kita semua tahu bahwa dia akan menangani tim nasional," ujar Ibrahimovic saat memberikan pandangannya terkait masa depan Les Bleus.
Lebih lanjut, mantan penyerang AC Milan tersebut berargumen bahwa Kylian Mbappe dan kawan-kawan tidak lagi membutuhkan pelatih yang berfokus pada hal teknis dasar dasar sepak bola. Skuad Prancis saat ini dinilai sudah memiliki modal pemain yang luar biasa, sehingga figur manajer karismatik jauh lebih mendesak. "Saya pikir dia hanya akan melanjutkan pekerjaan yang telah dibangun Deschamps, karena tidak sulit memilih pemain di tim itu tetapi dia harus membawa manajemennya sendiri ke dalam tim, sebab tim ini tidak butuh pelatih melainkan seorang manajer," tambah Ibrahimovic.
Di sisi lain, Ibrahimovic juga melayangkan kritik tajam terhadap performa para punggawa Prancis yang dinilainya tampil tanpa gairah dan kurang bertenaga saat menghadapi Spanyol. Kekalahan dua gol tanpa balas tersebut dianggapnya sebagai konsekuensi logis dari kegagalan Prancis mengimbangi agresivitas sang lawan sejak menit awal pertandingan. Dia secara jantan mengakui bahwa Spanyol tampil jauh lebih superior dan sangat layak mengamankan tiket ke partai puncak turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut.
Walaupun mendesak adanya suksesi kepemimpinan, Ibrahimovic tetap menaruh rasa hormat yang sangat tinggi terhadap warisan prestasi yang ditinggalkan oleh Didier Deschamps. Menakhodai tim yang dipenuhi ego pemain bintang bukanlah perkara mudah, dan Deschamps dinilai telah berhasil melewati tekanan berat itu dengan deretan trofi bergengsi. Baginya, kegagalan di semifinal kali ini tidak serta-merta melunturkan status luar biasa yang sudah melekat pada sosok Deschamps selama bertahun-tahun.