Menurut pengamatan jurnalis profesional, sepak bola Jerman kini tengah menatap perubahan struktural terbesar dalam beberapa dekade terakhir demi mengejar ketertinggalan komersial di kancah Eropa.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan kesepakatan kerangka kerja berdurasi tujuh tahun yang disetujui para klub, Frauen Bundesliga akan beroperasi secara mandiri dari Asosiasi Sepak Bola Jerman atau DFB mulai musim 2027-2028.
Alih-alih berada di bawah naungan federasi, liga akan menyewa haknya dari DFB sekaligus memegang kendali penuh atas strategi komersial, hak siar media, dan operasional bisnis secara mandiri.
Selama bertahun-tahun, sepak bola wanita sering kali hanya menjadi salah satu departemen di dalam federasi sepak bola yang jauh lebih besar sehingga keputusan komersial harus bersaing dengan banyak prioritas lain.
Kini, klub-klub Jerman bertaruh bahwa tidak ada pihak yang dapat mengembangkan Frauen Bundesliga dengan lebih baik selain orang-orang yang kelangsungan hidupnya bergantung langsung pada liga tersebut.
Langkah ini mengikuti jejak Spanyol yang meluncurkan Liga F sebagai kompetisi independen pada tahun 2022 serta Inggris yang memindahkan Women's Super League ke dalam kepemilikan mandiri.
Berdasarkan laporan terkini, tantangan terbesar dan paling mendesak bagi FBL adalah menegosiasikan perjanjian siaran domestik baru sebelum kontrak saat ini dengan Deutsche Telekom, ARD, dan ZDF kedaluwarsa.
Perjanjian siaran saat ini dilaporkan bernilai sedikit di atas enam juta euro per tahun, di mana peningkatan nilai kontrak akan langsung memvalidasi keputusan liga untuk mandiri.