Aroma menyengat yang mencurigakan mendadak mengganggu jalannya pertandingan tenis bergengsi di Flushing Meadows, New York, ketika petenis peringkat satu dunia Aryna Sabalenka harus menghentikan servisnya di tengah lapangan.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan resmi, insiden unik tersebut terjadi saat petenis asal Belarus tersebut bertanding di Louis Armstrong Stadium dan langsung mengajukan protes keras kepada chair umpire Eva Asderaki-Moore akibat bau mariyuana yang terlalu pekat.
Menurut Aryna Sabalenka, aroma tersebut sangat mengganggu konsentrasi para atlet di lapangan dan ia bahkan melontarkan komentar menohok seusai pertandingan "Potete fumare quanto volete ma non quando giochiamo" atau dalam bahasa Indonesia berarti kalian bebas merokok sepuasnya tetapi jangan saat pertandingan berlangsung.
Berdasarkan laporan pertandingan, Aryna Sabalenka tetap mampu mengamankan kemenangan dua set langsung dengan skor 6-3, 6-4 atas Kamilla Rakhimova untuk melangkah mulus ke babak berikutnya di turnamen grand slam tersebut.
Menurut catatan turnamen, masalah aroma ganja di sekitar area Flushing Meadows bukanlah hal baru karena sebelumnya sejumlah petenis papan atas seperti Novak Djokovic, Alexander Zverev, hingga Katie Boulter juga pernah mengeluhkan gangguan serupa dalam edisi-edisi sebelumnya.