Soren Waerenskjold Menang di Tahapan Tour de France Tercepat dalam Sejarah
- Pembalap asal Norwegia, Soren Waerenskjold, memenangkan tahapan ke-11 Tour de France dari Vichy ke Nevers yang memecahkan rekor sebagai tahapan tercepat dalam sejarah.
- Kecepatan rata-rata dalam balapan sepanjang 161 kilometer ini mencapai 50,91 km/jam, dipicu oleh aksi kejar-kejaran sengit dengan grup breakaway dan bantuan angin buritan.
- Juara bertahan Tadej Pogacar berhasil finis dengan aman di dalam peloton utama untuk mempertahankan posisi puncak klasemen umum dan jersey kuning.
Pembalap sepeda asal Norwegia, Soren Waerenskjold, berhasil melakukan sprint jarak jauh yang gemilang untuk mengklaim kemenangan luar biasa pada tahapan ke-11 Tour de France. Kemenangan ini menorehkan tinta emas baru karena tahapan tersebut tercatat sebagai tahapan balap jalan raya tercepat sepanjang 113 edisi sejarah penyelenggaraan Tour de France. Pembalap dari tim Uno-X Mobility itu tampil perkasa di tengah persaingan sengit para sprinter dunia.
Dalam balapan sepanjang 161 kilometer yang menempuh rute dari Vichy menuju Nevers tersebut, para pembalap memacu sepeda mereka dengan kecepatan rata-rata yang fantastis, yakni mencapai 50,91 km/jam. Pembalap Belanda, Olav Kooij, harus puas menempati posisi kedua setelah kalah tipis di garis finis. Sementara itu, pembalap Belgia, Milan Fretin, dipromosikan ke urutan ketiga setelah rekan senegaranya, Jasper Philipsen, dijatuhi hukuman penurunan posisi oleh juri perlombaan.
"Ini berarti segalanya bagi saya, ini adalah kemenangan terbesar dalam karier saya sejauh ini," ujar pembalap berusia 26 tahun tersebut dengan penuh emosional setelah melewati garis finis. Waerenskjold mengakui bahwa dirinya sempat merasa ragu karena menyadari ada beberapa pesaing yang memiliki spesialisasi sprint lebih cepat darinya. Namun, momentum yang tepat dan kepercayaan diri yang tinggi pada putaran final berhasil membawanya menaklukkan panggung tertinggi balap sepeda dunia tersebut.
Kecepatan luar biasa yang tercipta pada tahapan ini tidak lepas dari strategi tim-tim sprinter yang harus bekerja ekstra keras untuk mengejar empat pembalap yang melakukan breakaway sejak awal balapan. Juara bertahan sekaligus pemilik jersey kuning saat ini, Tadej Pogacar, menjelaskan bahwa keberadaan grup penyerang yang sangat kuat memaksa peloton utama untuk terus memacu kecepatan tinggi. Faktor angin buritan yang bertiup searah juga diakui menjadi faktor pendukung utama yang membuat laju sepeda para pembalap menjadi jauh lebih konstan dan cepat.
Tadej Pogacar sendiri berhasil finis dengan aman di dalam rombongan besar peloton guna mengamankan posisinya di puncak klasemen umum sementara. Pembalap asal Slovenia tersebut kini masih unggul kokoh dengan selisih waktu lebih dari tiga setengah menit di atas rival utamanya yang merupakan juara dua kali, Jonas Vingegaard. Di sisi lain, kemenangan Waerenskjold ini menjadi kemenangan tahapan kedua bagi tim Uno-X Mobility dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang bergengsi World Tour ini.