Kekecewaan mendalam menghampiri Argentina usai kalah 0-1 dari Spanyol pada laga final Piala Dunia di New Jersey. Kekalahan ini menggagalkan ambisi mereka untuk menjadi tim ketiga yang mampu mempertahankan gelar juara dunia.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan Manchester Evening News, penderitaan Argentina kian bertambah setelah FIFA melengserkan mereka dari posisi puncak peringkat dunia. Spanyol kini bertengger di peringkat pertama dengan 1995.88 poin, sedangkan Argentina turun ke posisi kedua.
Bek Manchester United, Lisandro Martinez, mengalami nasib sial setelah ditarik keluar akibat cedera pada babak pertama. Pemain berusia 28 tahun itu kini harus menunggu hasil pemeriksaan medis di tengah dimulainya sesi pra-musim klub.
Kericuhan hebat meletus seusai peluit panjang berbunyi. Leandro Paredes terlihat mencekik Eric Garcia dan menjatuhkan Gavi ke tanah, sementara Nahuel Molina tertangkap kamera memukul kapten Spanyol, Rodri.
Menurut rilis resmi FIFA, komite disiplin dan etika telah ditunjuk untuk menyelidiki insiden pascamatch tersebut. Martinez sendiri terlihat berusaha melerai pertikaian di lapangan.
Masalah Argentina tidak berhenti di situ. FIFA juga menginvestigasi aksi para pemain yang membentangkan spanduk politik bernada "Las Malvinas son Argentinas" usai laga semi-final melawan Inggris.
Martinez menjadi salah satu pemain yang memegang spanduk tersebut bersama Cristian Romero dan Giovani Lo Celso. Regulasi ketat FIFA melarang keras segala bentuk pesan atau slogan politik dalam turnamen.
Atas pelanggaran beruntun ini, Federasi Sepak Bola Argentina kini terancam sanksi berat. Martinez dan rekan-rekannya berpotensi menerima hukuman personal yang dapat berdampak pada karier mereka di level klub.