Kericuhan besar meletus usai laga final Piala Dunia yang mempertemukan Spanyol dan Argentina. Berdasarkan laporan FIFA, kabar Leandro Paredes menerima kartu merah setelah peluit panjang dibunyikan adalah tidak benar. Terjadi kesalahan input data pada sistem komentator yang langsung dikoreksi oleh otoritas sepak bola dunia tersebut. Kesalahan sistem itu sempat memicu rumor liar di media internasional. Lembar pertandingan resmi sama sekali tidak mencatat adanya sanksi kartu merah untuk gelandang Argentina itu.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan rekaman pertandingan, perselisihan berawal dari aksi Nahuel Molina. Bek Atlético de Madrid itu menghantam dada Rodri dengan lengan kanannya di tengah selebrasi pemain Spanyol. Kapten Spanyol itu memutar badan dan mengejar Molina ke lingkaran tengah lapangan. Situasi memanas ketika Leandro Paredes ikut campur dengan mendorong Eric Garcia hingga jatuh terlentang. Gavi membalas dengan memukul Paredes sebelum akhirnya beberapa staf pelatih memisahkan mereka. Lionel Messi memilih berdiri jauh dan tidak terlibat dalam perkelahian tersebut.
Menurut pasal 49 Kode Disiplin FIFA, tindakan kekerasan terhadap lawan dapat berbuah sanksi minimal dua pertandingan. Leandro Paredes kini menghadapi ancaman hukuman tersebut meski sempat terlihat bersalaman dengan Pedri dan Rodri usai laga. FIFA juga menunjuk jaksa disiplin untuk menyelidiki dugaan pemukulan staf Argentina terhadap Dani Olmo. Tim nasional Argentina juga terancam denda karena seluruh pemain menolak berbicara di area zona campuran media.