Era Richard Hughes di Anfield telah resmi berakhir setelah ia meninggalkan posisinya sebagai direktur olahraga Liverpool. Klub raksasa Premier League tersebut kini harus melangkah ke depan dengan membawa ide-ide baru yang lebih segar dalam mengelola arah kebijakan klub.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Masa kepemimpinan Hughes akan dikenang sebagai salah satu periode paling aneh dalam sejarah modern Liverpool. Klub secara kontroversial merombak total skuad peraih gelar juara dan mendatangkan pemain-pemain bernilai fantastis, namun meninggalkan komposisi tim yang terlihat tidak seimbang.
Berdasarkan pengamatan di bursa transfer, arah kebijakan Liverpool bergeser jauh dari model lama era Jürgen Klopp yang mendatangkan pemain sesuai kebutuhan spesifik posisi di atas lapangan. Klub justru sibuk mengamankan pemain bintang tanpa memikirkan kecocokan sistem pelatih.
Menurut Andoni Iraola, "Saya pikir pada akhirnya kami lebih memilih untuk mendatangkan pemain terbaik, ketimbang pemain yang benar-benar spesifik untuk posisi tertentu." Kebijakan semacam ini dinilai tidak masuk akal di level tertinggi sepak bola kompetitif modern.
Klub-klub sukses seperti Manchester City dan Arsenal selalu memastikan manajer memiliki andil besar dalam menentukan arah transfer pemain. Liverpool kini memiliki kesempatan emas untuk memperbaiki kesalahan strategi ini demi mengembalikan kejayaan tim di masa mendatang.