Devins Bookie Devins Bookie
  • Internasional
  • Balap
  • Liga Inggris
  • Liga Jerman
  • Basket
  • Liga Spanyol
  • Liga Indonesia
  • Internasional
  • Liga Prancis
  • Baseball
  • Inggris
  • Argentina
  • Lionel Messi
  • Spanyol
  • Prancis
  • Atlanta
  • Thomas Tuchel
  • Lautaro Martinez
  • Harry Kane
  • Lionel Scaloni
Kategori
Internasional Balap Liga Inggris Liga Jerman Basket Liga Spanyol Liga Indonesia Internasional Liga Prancis Baseball
Tag
Inggris Argentina Lionel Messi Spanyol Prancis Atlanta Thomas Tuchel Lautaro Martinez Harry Kane Lionel Scaloni

Inggris Tersingkir dari Piala Dunia, Harry Kane Kritik Taktik Bertahan Thomas Tuchel

Muhammad Ridho • 16 Juli 2026, 06:05 • Internasional
  • Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis 1-2 dari Argentina di babak semifinal.
  • Kapten Inggris Harry Kane secara terbuka mengkritik taktik defensif Thomas Tuchel yang dinilai terlalu cepat bermain aman.
  • Perubahan strategi Tuchel dengan memasukkan tiga bek setelah unggul justru membuat lini belakang Inggris digempur habis-habisan.

Langkah Tim nasional Inggris harus terhenti secara tragis di babak semifinal Piala Dunia 2026. Menghadapi juara bertahan Argentina dalam laga sengit di Atlanta, skuad berjuluk Three Lions tersebut terpaksa menelan kekalahan pahit dengan skor 1-2. Kekalahan ini memicu gelombang kekecewaan mendalam, terutama dari sang kapten, Harry Kane, yang secara terbuka mempertanyakan keputusan taktis dari sang manajer, Thomas Tuchel.

Inggris sebenarnya sempat membuka harapan besar setelah Anthony Gordon berhasil memecah kebuntuan dan mencetak gol pada menit ke-55. Namun, petaka dimulai ketika laga memasuki satu jam jalannya pertandingan. Thomas Tuchel secara mengejutkan menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain pasif dan menumpuk pemain di area pertahanan demi mengamankan keunggulan satu gol tersebut.

Strategi defensif Tuchel semakin terlihat jelas melalui serangkaian pergantian pemain yang dilakukannya. Mantan pelatih PSG itu memasukkan bek tengah Ezri Konsa pada menit ke-72 untuk menggantikan sang pencetak gol, Anthony Gordon. Keputusan mengejutkan kembali diambil pada menit ke-82 dengan memasukkan bek jangkung Dan Burn serta bek sayap Nico O'Reilly untuk menggantikan Reece James dan Declan Rice.

Keputusan minimalis ini justru berbuah blunder fatal karena memberikan ruang yang sangat luas bagi para pemain Argentina untuk membombardir kotak penalti Inggris. Argentina akhirnya berhasil membalikkan kedudukan lewat dua gol telat menjelang akhir babak kedua. Alhasil, mimpi Inggris untuk melaju ke partai puncak Piala Dunia harus kandas di tangan sang juara bertahan akibat strategi yang dianggap terlalu cepat menyerah kalah.

Usai pertandingan, kekecewaan mendalam tidak mampu disembunyikan oleh Harry Kane. Striker asal klub Bayern Munich itu menilai rekan-rekannya sudah bermain sangat baik pada awal laga. "Saya sangat terpukul untuk para pemain, untuk semua orang, tim, staf, dan juga para penggemar. Kami bermain dengan sangat baik di sebagian besar pertandingan. Namun, ketika kami unggul 1-0, kami terlihat seperti hanya mencoba bertahan, yang mana di level setinggi ini hal itu sama sekali tidak cukup," ujar Kane kepada BBC.

Kane juga menambahkan analisisnya mengenai hilangnya intensitas permainan Inggris setelah berhasil mencetak gol ke gawang Argentina. Menurutnya, taktik menekan yang sukses mereka terapkan sejak babak pertama hilang begitu saja sehingga membiarkan lawan menguasai jalannya laga. "Pada babak pertama dan awal babak kedua, kami menekan mereka dengan sangat baik di lini depan mereka, yang membuat kami bisa memenangkan bola dan mengendalikan permainan. Namun setelah gol itu tercipta, entah karena mereka menambah pemain di depan atau kami yang tidak mampu merespons, yang terjadi hanyalah gelombang serangan demi gelombang serangan dari Argentina," pungkas Kane sebagai bentuk kekecewaan atas taktik sang pelatih.

Tags: Harry Kane Thomas Tuchel Inggris Argentina Atlanta
Sumber: RMC Sport

Artikel Lainnya

Alasan Thomas Tuchel Cadangkan Bukayo Saka di Laga Inggris vs Argentina 16 Jul 2026, 06:00
Inggris Hadapi Argentina, Tuchel Hadapi Keraguan Akibat Gaya Melatih yang Keras 15 Jul 2026, 20:05
Piala Dunia 2026, Argentina Comeback Dramatis Tekuk Inggris 2-1 Lolos ke Final 16 Jul 2026, 05:51
Semifinal Piala Dunia 2026, Prediksi Inggris Vs Argentina, Duel Akbar Messi dan Kane 15 Jul 2026, 19:49

Terbaru

LeBron James Hengkang, LA Lakers Ambil Keputusan Mengejutkan soal Bronny James 16 Jul 2026, 16:21
Jadwal Bundesliga 2026/2027 Resmi Dirilis, Bayern Munich vs Stuttgart Jadi Laga Pembuka 16 Jul 2026, 15:52
Dortmund Susun Strategi Boyong Kembali Jadon Sancho, Ajukan Syarat Gaji Ketat 16 Jul 2026, 12:53
FP F1 Austria, Antonelli Asapi Duo McLaren dan George Russell 16 Jul 2026, 12:00
Frustrasi Tersingkir di Piala Dunia 2026, Jude Bellingham Terekam Pukul Kepala Valentin Barco 16 Jul 2026, 06:24
Kolaborasi Eksklusif New York Knicks dan WWE Rilis Kaos Sabuk Juara Terbatas 16 Jul 2026, 06:24
Drama Semifinal Piala Dunia 2026, Argentina Singkirkan Inggris Menuju Final 16 Jul 2026, 06:23

Kategori

Internasional 47 artikel
Balap 13 artikel
Liga Inggris 10 artikel
Liga Jerman 5 artikel
Basket 5 artikel
Liga Spanyol 3 artikel
Liga Indonesia 2 artikel
Internasional 2 artikel
Liga Prancis 1 artikel
Baseball 1 artikel

Tag Populer

Inggris Argentina Lionel Messi Spanyol Prancis Atlanta Thomas Tuchel Lautaro Martinez Harry Kane Lionel Scaloni
Devins Bookie • Pusat Literasi dan Informasi Olahraga Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Devins Bookie. All rights reserved.