Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026, Laga Pamungkas Deschamps dan Ambisi Gol Mbappe
- Kylian Mbappe berpeluang mencetak sejarah baru sebagai pemain pertama yang memenangkan gelar top skor di dua edisi Piala Dunia secara berturut-turut.
- Pertandingan kontra Inggris menjadi laga emosional sekaligus momen perpisahan bagi pelatih legendaris Didier Deschamps setelah 14 tahun menukangi timnas Prancis.
- Didier Deschamps diprediksi akan melakukan rotasi skuad demi memberikan menit bermain bagi sejumlah pemain yang minim kontribusi sepanjang turnamen.
Tim nasional Prancis bersiap melakoni laga emosional menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Pertandingan bertajuk final kecil ini memuat sejumlah misi penting bagi Les Bleus setelah kegagalan pahit di babak semifinal. Salah satu sorotan utama tertuju pada sang kapten, Kylian Mbappe, yang bertekad mengamankan gelar individual sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen bergengsi ini.
Saat ini, Kylian Mbappe dan Lionel Messi sama-sama memimpin daftar top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan koleksi delapan gol. Jika berhasil menambah pundi-pundi golnya saat bersua Inggris, Mbappe akan menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang sukses merengkuh gelar top skor pada dua edisi Piala Dunia berbeda setelah tahun 2022. Kendati demikian, Messi saat ini masih unggul dalam perhitungan assist dengan catatan empat umpan matang dibanding tiga milik penyerang Prancis tersebut.
Selain ambisi pribadi Mbappe, laga ini juga akan menjadi panggung terakhir yang sangat mengharukan bagi pelatih kepala Didier Deschamps. Juru taktik berusia 57 tahun tersebut dipastikan bakal menyudahi masa baktinya selama 14 tahun menukangi skuad Les Bleus. Sepanjang kariernya yang gemilang, Deschamps tercatat menorehkan rekor luar biasa dengan meraih 122 kemenangan, 32 hasil imbang, dan 32 kekalahan dari total 186 pertandingan resmi.
Menghadapi partai pamungkas ini, Deschamps diprediksi bakal memberikan kesempatan bermain kepada para pemain yang masih minim menit bertanding. Nama-nama besar seperti Ngolo Kante dan Lucas Hernandez berpotensi besar diturunkan sejak awal laga demi memberikan penyegaran di dalam tim. Kebijakan rotasi ini diambil menyusul cedera punggung yang dialami William Saliba serta kondisi fisik Aurelien Tchouameni yang dinilai belum pulih secara total.
Prancis sendiri memiliki modal sejarah yang sangat positif karena kerap menjadi momok menakutkan bagi armada Three Lions dalam beberapa dekade terakhir. Dari sembilan pertemuan pamungkas kedua tim di seluruh ajang kompetisi, Tim Ayam Jantan tercatat hanya menelan satu kali kekalahan dari Inggris. Rekor impresif ini diyakini bakal menambah suntikan motivasi bagi skuad Prancis untuk mempersembahkan kado perpisahan yang manis bagi sang pelatih.