Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Siapkan Rencana Khusus Hentikan Lionel Messi
- Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel menegaskan tekadnya untuk mencari cara terbaik dalam menghentikan pergerakan Lionel Messi pada laga semifinal Piala Dunia 2026.
- Tuchel mempertimbangkan opsi strategi penjagaan satu lawan satu atau man-to-man defense demi meredam kejeniusan Messi yang dinilai bisa melihat celah sebelum pemain lain.
- Laga sengit antara Inggris dan Argentina ini memperebutkan tiket ke babak final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Spanyol yang sudah lolos lebih dulu.
Pelatih kepala Timnas Inggris Thomas Tuchel berbicara terbuka mengenai strategi yang akan dipersiapkan timnya untuk meredam kehebatan Lionel Messi. Inggris dijadwalkan bersua dengan Argentina dalam laga babak semifinal Piala Dunia 2026 yang sarat akan sejarah. Pertandingan krusial ini dipastikan menyedot perhatian dunia karena kedua tim memiliki rivalitas panjang di panggung sepak bola internasional.
Menghadapi sang juara bertahan, tantangan terbesar bagi armada Thomas Tuchel tentu saja adalah sosok Lionel Messi. Meski telah menginjak usia 38 tahun, megabintang Argentina tersebut terbukti masih berada dalam performa puncaknya bahkan tengah bersaing ketat dalam perebutan sepatu emas selaku top skor turnamen. Tuchel menegaskan bahwa tim Tiga Singa akan mengerahkan segala kemampuan demi mematikan pergerakan sang kapten lawan.
"Kami akan menemukan cara untuk menghentikan Messi," ujar Thomas Tuchel saat diwawancarai oleh Telegraph Sport menjelang laga. Pelatih asal Jerman tersebut bahkan membeberkan salah satu opsi taktik ekstrem yang sempat melintas di pikirannya demi meredam agresivitas La Pulga. "Sempat terpikir oleh saya untuk menerapkan pertahanan man-to-man. Saya belum tahu apakah kami akan benar-benar melakukannya atau tidak, tetapi dia adalah pemain yang mampu melihat ruang dan momentum sebelum orang lain menyadarinya," tutur Tuchel menambahkan.
Lebih lanjut, mantan manajer Chelsea tersebut tidak ragu memberikan pujian setinggi langit bagi performa impresif Messi sepanjang turnamen di Amerika Utara ini. Tuchel menilai kontribusi Messi tidak hanya terbatas pada skill individu, melainkan juga karisma kepemimpinannya di atas lapangan hijau. "Turnamen yang dia jalani sungguh luar biasa. Bagaimana dia memimpin tim sangat luar biasa, tidak ada lagi kata-kata yang pantas untuk menggambarkan pencapaian dan kualitas yang dia tunjukkan. Dia adalah pemimpin sekaligus pemain kunci bagi tim mana pun yang dia bela," puji Tuchel.
Duel sarat gengsi antara Inggris melawan Argentina ini akan digelar di Stadion Mercedes-Benz yang terletak di Atlanta. Pemenang dari laga klasik ini sudah ditunggu oleh Spanyol di babak final hari Minggu nanti, sementara tim yang kalah harus puas berebut tempat ketiga melawan Prancis pada hari Sabtu. Pertandingan ini juga menjadi pembuktian bagi Inggris yang dalam sejarahnya baru memenangi satu dari tiga semifinal Piala Dunia yang pernah mereka lalui, yakni pada edisi 1966 silam saat berhasil keluar sebagai juara dunia.