Real Madrid menjalani bursa transfer musim panas yang luar biasa dengan mendatangkan enam pemain baru sekaligus memulangkan pelatih Jose Mourinho.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Los Blancos bahkan memecahkan rekor transfer klub dengan memboyong pemain sayap asal Pantai Gading, Yan Diomande, sebagai pembelian termahal sepanjang sejarah mereka.
Namun, menurut laporan AS, Jose Mourinho sama sekali tidak bernilai tinggi tersebut untuk memaksa sang pemain muda berusia 19 tahun langsung menjadi pemain inti.
Juru taktik asal Portugal itu telah merancang program khusus bagi Diomande guna mengurangi tekanan psikologis sekaligus mempersiapkannya secara perlahan untuk mengemban peran penting di skuad utama.
Sejauh ini, Diomande baru mencatatkan waktu bermain yang sangat minim masing-masing selama 25, enam, dan 26 menit saat menghadapi Espanyol, Real Sociedad, serta Malaga.
Mengingat nilai transfernya yang sangat fantastis, para pendukung klub tentu berharap pemain asal Pantai Gading itu bisa langsung menjadi pilihan utama di lini serang.
Namun, Jose Mourinho memiliki pandangan yang jauh berbeda mengenai cara menangani pemain muda berbakat tersebut di dalam skuad asuhannya.
Menurut Mourinho, sang pemain harus melalui proses adaptasi secara perlahan dan bertahap tanpa harus terbebani oleh ekspektasi publik yang terlalu tinggi.
Pelatih berpengalaman itu menegaskan bahwa dirinya tidak bisa menilai kualitas seorang pemain hanya berdasarkan besar kecilnya harga transfer di bursa pemain.
Strategi hati-hati ini sengaja diterapkan untuk mencegah terulangnya kesalahan masa lalu yang terjadi pada penanganan Franco Mastantuono di bawah era kepelatihan Xabi Alonso.
Pada masa itu, pemain asal Argentina tersebut langsung diberikan tanggung jawab yang terlampau besar sebelum ia benar-benar siap menghadapi tekanan kompetisi level tertinggi.
Situasi pelik tersebut pada akhirnya justru menimbulkan masalah baru baik bagi perkembangan sang pemain maupun keharmonisan di dalam ruang ganti tim.
Oleh karena itu, Jose Mourinho memilih mengambil langkah sebaliknya agar investasi besar klub tidak berujung pada kehancuran mental sang atlet muda.
Pemain-pemain seperti Arda Guler dan Brahim Diaz terbukti tampil sangat impresif selama masa pra-musim dan layak mendapatkan tempat utama di dalam tim.
Berdasarkan situasi tersebut, harga transfer yang mahal tidak akan secara otomatis menggeser posisi rekan setim yang telah berjuang membuktikan kapasitas mereka di lapangan.
Kendati demikian, manajemen Real Madrid sama sekali tidak memiliki keraguan sedikit pun terhadap potensi besar dari rekrutan rekor termahal mereka tersebut.
Rencana jangka panjang klub adalah meningkatkan jatah bermain Diomande secara progresif hingga ia siap menjadi starter reguler jika proses perkembangannya berjalan mulus.
Mourinho juga meluangkan banyak waktu khusus dalam sesi latihan untuk membimbing sang pemain memahami kompleksitas tuntutan taktik permainan Los Blancos.
Di sisi lain, Yan Diomande dikabarkan sangat memahami strategi tersebut dan tetap merasa tenang dalam menjalani hari-hari pertamanya di ibu kota Spanyol.
Real Madrid jelas tidak mengeluarkan dana sebesar itu untuk langsung menjerumuskan sang remaja ke situasi sulit sebelum ia benar-benar matang secara mental dan taktik.