Dunia sepak bola kembali dikejutkan oleh modus kejahatan baru yang memanfaatkan mimpi para pemain muda. Olympique de Marseille secara resmi melaporkan kasus penipuan siber yang mencatut nama besar klub tersebut demi mengeruk keuntungan pribadi dari para korban.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebuah situs web palsu dan pesan berantai beredar luas dengan menawarkan program pelatihan, uji coba, hingga seleksi rekrutmen pemain untuk bergabung dengan akademi resmi Olympique de Marseille. Para pelaku meminta sejumlah uang kepada korban dengan dalih sebagai biaya administrasi keikutsertaan.
Menanggapi hal tersebut, manajemen Olympique de Marseille langsung bergerak cepat. Menurut pernyataan resmi pihak klub, mereka tidak pernah sama sekali memungut biaya sepeser pun kepada pemain muda maupun keluarga mereka yang ingin mengikuti proses pemantauan bakat atau seleksi.
"Olympique de Marseille tidak pernah meminta uang kepada pemain atau keluarganya untuk seleksi," tegas pihak klub melalui saluran komunikasi resmi mereka.
Berdasarkan langkah tegas yang diambil, Olympique de Marseille telah resmi membawa kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian setempat. Klub juga mengimbau masyarakat dan para orang tua agar lebih waspada terhadap segala bentuk penawaran mencurigakan yang mengatasnamakan institusi mereka.