Tim nasional Spanyol yang berstatus sebagai juara bertahan Eropa kini sukses mengunci tempat di babak final Piala Dunia. Berdasarkan pengamatan dari tim redaksi, terdapat perubahan penting dalam identitas permainan La Roja yang kini tampil jauh lebih solid dan mengutamakan kolektivitas tim daripada sekadar mengandalkan kemampuan individu pemain.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut analisis para pengamat sepak bola terkemuka seperti Rafa Alkorta, Kiko Narvaez, dan Alvaro Benito dalam program El Larguero di Cadena SER, kesuksesan ini tidak lepas dari kejeniusan sang pelatih. Luis de la Fuente dinilai berhasil meramu strategi yang tepat meskipun tidak bisa diperkuat oleh sejumlah pemain pilar yang sebelumnya membawa Spanyol meraih kejayaan di Piala Eropa Jerman 2024.
Dalam babak semifinal, Spanyol sukses meredam agresivitas Prancis yang dihuni oleh para pemain bintang dengan skor meyakinkan 0-2. Dari pantauan redaksi, lini pertahanan Spanyol tampil sangat kokoh sepanjang turnamen dan tercatat baru kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan. Hal ini menjadi bukti nyata transisi Spanyol dari tim yang bermain atraktif menjadi tim yang jauh lebih terkontrol.
"Pada Piala Eropa lalu kita sering membahas tentang kecepatan, tusukan, serta aksi individu dari Pedri dan Lamine Yamal. Namun, ketika berbicara tentang Piala Dunia kali ini, kita akan membahas sosok Luis de la Fuente, bagaimana dia tahu cara mengatasi absennya para pemain kunci dan mengambil keputusan dengan penuh percaya diri," ujar Kiko Narvaez memberikan pujian.
Sementara itu, Alvaro Benito memberikan sorotan khusus kepada barisan pertahanan Spanyol, terutama performa impresif Aymeric Laporte. Menurutnya, duet bek tengah Spanyol bermain pada level yang luar biasa di Piala Dunia ini dan berhasil mematikan pergerakan penyerang berbahaya Prancis seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise.
Rafa Alkorta juga menambahkan bahwa Luis de la Fuente sedang memberikan "masterclass" atau pelajaran berharga dalam hal memahami kedalaman skuadnya sendiri. Sang pelatih dinilai sangat piawai dalam mengelola rotasi bangku cadangan, termasuk keputusan berani untuk mencadangkan gelandang berbakat sekelas Pedri ketika performa Fabian Ruiz sedang berada di puncak terbaiknya.