Dunia tenis profesional kembali terguncang oleh sisi gelap industri taruhan olahraga. Berdasarkan pernyataan dari Matteo Berrettini, para petenis kini harus menghadapi teror psikologis hingga ancaman keselamatan jiwa dari pihak-pihak yang ingin mengatur hasil pertandingan demi keuntungan finansial semata.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Berrettini, insiden mengerikan tersebut menimpa keluarganya saat turnamen Roland Garros berlangsung. "Al Roland Garros menerima pesan di telepon dengan ancaman kepada keluarga saya dan hal semacam itu," ujar petenis asal Italia tersebut usai menaklukkan Wawrinka di ajang US Open.
Berdasarkan catatan investigasi lapangan, teror dari para penjudi daring ini bukanlah kasus pertama yang mencoreng dunia tenis. Sebelumnya, petenis putri Lucrezia Stefanini juga pernah menerima ancaman pembunuhan disertai foto senjata api di WhatsApp agar sengaja mengalah pada turnamen Indian Wells.
Menurut analisis para pengamat olahraga, maraknya platform taruhan online membuat para atlet semakin rentan menjadi sasaran empuk intimidasi. Berrettini lantas mendesak otoritas tenis internasional untuk segera membentuk struktur pengamanan khusus atau komite khusus demi menciptakan lingkungan bertanding yang aman bagi seluruh atlet.