Wimbledon mengambil keputusan tegas untuk melarang kehadiran influencer di area turnamen mendatang menyusul kekacauan yang terjadi pada ajang US Open. Langkah drastis ini diambil setelah para atlet melayangkan protes keras terkait gangguan yang ditimbulkan oleh para pembuat konten di pinggir lapangan.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan, penolakan ini bermula dari insiden yang dialami oleh petenis bintang Naomi Osaka. Menurut Naomi Osaka, perilaku penonton serta para influencer yang gaduh telah merusak konsentrasi pemain di lapangan dan mencoreng nilai sportivitas olahraga tenis.
Dalam keterangannya, Naomi Osaka sempat meminta publik dan para influencer untuk menunjukkan "pendidikan" serta rasa hormat yang lebih besar kepada para atlet yang sedang bertanding. Gangguan tersebut bahkan memaksa wasit beberapa kali turun tangan untuk menertibkan suasana.
Sebelumnya, pihak penyelenggara US Open memang memberikan akreditasi khusus kepada sekitar seratus influencer untuk memperluas jangkauan audiens. Namun, eksperimen tersebut justru berbalik menjadi bumerang karena seringnya jalannya pertandingan terhenti akibat aksi pembuatan konten.
Dua influencer terkenal, Meg Radice dan Audrey Jones, bahkan harus menerima sanksi pencabutan akses masuk setelah kedapatan melanggar aturan etika di kompleks Billie Jean King National Tennis Center. Kebijakan keras Wimbledon kini menjadi angin segar bagi para atlet yang mendambakan ketenangan dalam berkompetisi.