Berdasarkan laporan dari pertandingan sengit di markas Everton, Manchester United kembali menampilkan masalah lama yang kerap menghantui permainan mereka di lapangan hijau.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pengamatan jurnalis di lapangan, gol cepat Bryan Mbeumo di awal babak kedua seharusnya menjadi momentum bagi Manchester United untuk menguasai jalannya pertandingan sepenuhnya.
Namun, kenyataan di atas lapangan justru berbicara lain karena skuad asuhan Michael Carrick tersebut gagal menunjukkan urgensi maupun tekad kuat untuk memperlebar keunggulan mereka atas Everton.
Everton yang tampil dengan skuad seadanya dan kehilangan sejumlah pilar kunci justru mampu memberikan perlawanan sengit hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan.
Berdasarkan evaluasi pasca-laga, lini pertahanan Manchester United terbukti rapuh setelah kebobolan total enam gol hanya dalam tiga pertandingan awal musim ini.
Menurut manajer Michael Carrick, timnya masih harus segera membenahi berbagai masalah di lini belakang meskipun menilai awal musim mereka tidak terlalu buruk.
Manchester United sebenarnya telah menggelontorkan dana sebesar 155 juta poundsterling di bursa transfer musim panas untuk memperkuat lini tengah dan mengontrol laga, namun hal itu belum membuahkan hasil optimal.
Marcus Rashford tampil sebagai ancaman terbesar di sisi lapangan, tetapi minimnya aliran bola efektif membuat keunggulan taktis tersebut terbuang sia-sia bagi Setan Merah.
Menurut pernyataan Michael Carrick, "Kami sedang mencoba membangun kemitraan dan kombinasi di seluruh tim, dan para pemain harus terus meningkatkan pemahaman taktik tersebut."
Dengan tantangan berat menghadapi Sabah FK di ajang Liga Champions dan derbi kontra Manchester City akhir pekan ini, Manchester United dituntut untuk segera bangkit dan berbenah total.