Marco Bezzecchi Sebut Bakal Aneh Setim dengan Francesco Bagnaia di Aprilia
- Marco Bezzecchi memberikan respons terkait kepindahan mengejutkan sahabatnya, Francesco Bagnaia, ke tim pabrikan Aprilia mulai musim MotoGP 2027.
- Bagnaia telah menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun bersama Aprilia setelah menghabiskan seluruh karier MotoGP-nya di kubu Ducati.
- Meskipun menilai situasi berbagi garasi akan terasa tidak biasa karena status rivalitas mereka, Bezzecchi optimistis hal itu membawa dampak positif bagi tim.
Pembalap utama Aprilia Racing Marco Bezzecchi menyambut positif kedatangan Francesco "Pecco" Bagnaia ke tim pabrikan asal Noale tersebut mulai musim kompetisi MotoGP 2027. Kepindahan ini menjadi salah satu manuver paling mengejutkan di bursa transfer pembalap kelas utama. Kendati menyambut hangat, Bezzecchi tidak menampik bahwa ia merasa akan ada atmosfer yang canggung dan tidak biasa ketika harus berbagi garasi dengan rekan senegaranya tersebut.
Sebelum gelaran MotoGP Belanda yang berlangsung bulan lalu, manajemen Aprilia secara resmi mengumumkan telah mengikat Bagnaia dengan kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun yang akan berjalan hingga akhir musim 2030. Langkah strategis ini sekaligus mengakhiri spekulasi liar mengenai masa depan sang juara dunia dua kali yang beredar dalam beberapa bulan terakhir. Bagi Bagnaia, kepindahan ini menandai babak baru yang masif mengingat ia belum pernah membela pabrikan lain selain Ducati sepanjang kariernya di kelas premier.
Sebagaimana diketahui, Bagnaia merupakan lulusan terbaik VR46 Riders Academy yang menjalani debut di kelas utama bersama Pramac Racing pada tahun 2019 sebelum akhirnya dipromosikan ke tim pabrikan Ducati. Hubungan emosional yang erat antara Bezzecchi dan Bagnaia yang sama-sama ditempa di akademi milik Valentino Rossi membuat kolaborasi ini sangat dinantikan. Namun, Bezzecchi mengakui kehadiran sahabat karibnya di garasi yang sama akan menghadirkan dinamika baru yang menantang.
"Saya tentu senang untuk dia, untuk tim, dan juga untuk Aprilia. Menurut saya ini sangat bagus. Tapi, sejujurnya akan terasa aneh berbagi garasi dengannya," ungkap Bezzecchi seperti dilansir dari media otomotif Crash.net. Ia menambahkan bahwa selama ini mereka selalu memosisikan diri sebagai rival sengit di atas lintasan balap. Menurutnya, tensi persaingan tidak akan pernah berubah, hanya saja kali ini jarak mereka akan menjadi jauh lebih dekat sepanjang akhir pekan balapan.
Walau memprediksi adanya kecanggungan awal, pembalap bernomor motor 72 ini tetap menaruh optimisme tinggi bahwa keharmonisan hubungan mereka di luar trek akan membawa keuntungan besar bagi perkembangan motor RS-GP milik Aprilia. Saat ini, Bezzecchi juga mengaku memiliki hubungan yang sangat kompak dengan rekan setimnya sekarang, Jorge Martin. Kerja sama solid itu sukses membangun atmosfer kerja yang produktif di dalam kubu pabrikan Italia tersebut.
"Hubungan saya dengan Jorge juga sangat baik. Kami berhasil membangun suasana yang positif di dalam garasi. Tentu saya senang menyambut musim depan, tetapi sekarang saya ingin fokus menjalani musim ini dan mencoba meraih hasil semaksimal mungkin," pungkas Bezzecchi menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan sisa kompetisi MotoGP 2026 sebelum membuka lembaran baru bersama Bagnaia.