Zinedine Zidane Latih Timnas Prancis, Menteri Olahraga Sebut Keberuntungan Besar
- Didier Deschamps resmi menyudahi masa baktinya selama 14 tahun sebagai pelatih Timnas Prancis setelah gelaran Piala Dunia 2026 berakhir.
- Legenda sepak bola Prancis Zinedine Zidane dikabarkan akan memulai mandatnya sebagai pelatih baru Les Bleus per 1 September mendatang.
- Menteri Olahraga Prancis Marina Ferrari menilai kehadiran Zidane merupakan kesempatan emas yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh negara.
Gelaran Piala Dunia 2026 telah resmi berakhir dengan memunculkan Spanyol sebagai juara baru setelah menumbangkan Argentina. Momen ini juga menjadi akhir dari era panjang Didier Deschamps bersama Timnas Prancis. Setelah 14 tahun mengabdi di kursi kepelatihan Les Bleus, Deschamps memutuskan untuk menyudahi masa baktinya yang penuh dengan catatan sejarah manis.
Halaman baru sepak bola Prancis kini bersiap untuk dibuka dengan aroma optimisme yang tinggi. Ikon sepak bola legendaris Prancis, Zinedine Zidane, dikabarkan bakal segera mengambil alih kendali taktis mulai 1 September mendatang. Pengumuman resmi mengenai penunjukan mantan pelatih Real Madrid ini diperkirakan akan dirilis oleh federasi dalam sepuluh hari ke depan.
Kabar penunjukan Zidane ini langsung mendapat respons positif dari Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari. Dalam wawancaranya di stasiun radio RTL, ia memberikan sinyal hijau dan dukungan penuh terhadap kehadiran sang maestro. "Bukan kapasitas saya untuk mengumumkan nama pelatih baru, itu adalah wewenang federasi. Namun, ketika kita beruntung memiliki seseorang dengan talenta luar biasa seperti dia, saya pikir kita harus mengambil kesempatan itu untuk Timnas Prancis," ungkap Ferrari.
Selain membahas aspek teknis, Ferrari juga dimintai keterangan mengenai isu sensitif terkait proyeksi gaji yang akan diterima oleh Zidane. Pemerintah Prancis diketahui tengah menggodok undang-undang reformasi olahraga profesional yang membatasi gaji tahunan direktur dan karyawan maksimal 450.000 euro. Kendati demikian, aturan tersebut tetap menyediakan ruang pengecualian khusus yang memerlukan tanda tangan dari Kementerian Olahraga.
Menanggapi regulasi pembatasan upah tersebut, Ferrari bersikap realistis mengingat status Zidane sebagai pelatih kelas dunia yang memiliki nilai pasar tinggi. Menurutnya, posisi strategis di level tim nasional global memang membutuhkan investasi finansial yang tidak sedikit. "Ketika kita berbicara tentang posisi seperti itu di tim nasional, di mana pun di dunia, itu adalah posisi yang memang membutuhkan biaya yang cukup besar," tutur sang menteri secara terbuka.