Debat GOAT Messi vs Ronaldo Tak Berubah Usai Final Piala Dunia 2026, Mengapa Tetap Tidak Seimbang?
- Lionel Messi gagal membawa Argentina mempertahankan gelar juara berturut-turut setelah kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.
- Meski menelan kekalahan di partai puncak, posisi Messi dalam perdebatan pemain terbaik sepanjang masa (GOAT) dinilai tetap berada di atas Cristiano Ronaldo.
- Ronaldo memiliki catatan minor di Piala Dunia dengan hanya mengoleksi satu gol di babak gugur sepanjang kariernya.
Langkah Lionel Messi untuk membawa Argentina mengukir sejarah back-to-back juara Piala Dunia akhirnya kandas di Stadion MetLife. Menghadapi Spanyol di partai final Piala Dunia 2026, La Albiceleste harus puas keluar sebagai runner-up. Namun, di saat Messi berjuang habis-habisan di lapangan hijau, rival abadinya, Cristiano Ronaldo, hanya bisa menyaksikan pertandingan tersebut dari layar kaca.
Perdebatan mengenai siapa yang layak menyandang status GOAT (Greatest of All Time) antara Messi dan Ronaldo memang seolah tidak ada habisnya. Media dan pencinta sepak bola di seluruh dunia terus membandingkan statistik, jumlah trofi, hingga rekam jejak karier keduanya. Kendati demikian, memasuki fase akhir karier profesional mereka, jurang pemisah antara kedua megabintang ini justru terlihat semakin melebar.
Banyak pihak menilai perdebatan ini sebenarnya sudah selesai karena Messi menunjukkan performa yang jauh lebih konsisten di usia senja. "Ketika Anda melihat pencapaian di level internasional tertinggi, Messi berada di level yang berbeda," ujar salah satu analis sepak bola terkemuka. Ketimpangan paling mencolok terletak pada performa mereka di panggung sebesar Piala Dunia.
Ronaldo tercatat memiliki rapor yang kurang mengilap di turnamen empat tahunan tersebut, di mana ia hanya mampu mencetak satu gol di babak gugur sepanjang kariernya. Catatan terbaiknya hanyalah membawa Portugal ke semifinal pada edisi 2006 silam saat masih berusia 21 tahun. Sebaliknya, Messi telah mengoleksi satu gelar juara dunia dan berhasil menembus tiga partai final yang berbeda sepanjang sejarah keikutsertaannya.
Kekalahan di final Piala Dunia 2026 sama sekali tidak menodai reputasi mentereng yang sudah dibangun oleh Messi. Penyerang legendaris ini tetap memegang rekor pemilik delapan trofi Ballon d'Or, pencetak 91 gol dalam satu tahun kalender pada 2012, serta satu-satunya pemain yang meraih beberapa penghargaan Bola Emas Piala Dunia. Dengan segala torehan luar biasa tersebut, posisi Messi sebagai yang terbaik dalam sejarah sepak bola modern dinilai tetap tidak tergoyahkan oleh Ronaldo.