Mental Baja Veda Ega Pratama di Moto3, Buah Didikan Sang Ayah sejak Dini
- Veda Ega Pratama menunjukkan penampilan debut yang sangat impresif dan kompetitif di ajang balap dunia Moto3.
- Perjuangan Veda menembus barisan depan tak lepas dari pembentukan mental bertanding yang ditanamkan oleh sang ayah, Sudarmono.
- Bakat dan daya juang Veda sudah terlihat menonjol sejak ia bertanding di ajang Asia Talent Cup pada usia yang masih sangat muda.
Dunia balap motor profesional tidak sekadar menguji kecepatan mesin dan ketangkasan mengendalikan kuda besi di lintasan. Lebih dari itu, ajang balap tingkat tinggi merupakan arena pertempuran mental yang menguji daya juang seorang pembalap. Hal inilah yang ditunjukkan oleh pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, yang tampil memukau dalam musim debutnya di kejuaraan dunia Moto3.
Pembalap yang dijuluki "The Rocket Boy" tersebut berhasil menetapkan standar baru bagi keterwakilan Indonesia di jagat grid MotoGP. Veda menunjukkan konsistensi luar biasa untuk terus bersaing di rombongan depan sejak balapan pertamanya digelar. Kemampuan Veda dalam meladeni persaingan sengit dengan pembalap-pembalap Eropa—yang tumbuh dalam ekosistem balap jauh lebih maju—menjadi daya tarik tersendiri yang membanggakan.
Hingga paruh pertama musim debutnya berjalan, Veda berulang kali menunjukkan aksi impresif melalui "comeback" dari posisi start belakang hingga mampu mengamankan finis di jajaran terdepan. Karakter pantang menyerah dan daya juang tinggi ini menjadi kunci utama yang membedakan Veda dengan pembalap muda lainnya. Sang ayah, Sudarmono, mengungkapkan bahwa ketahanan mental itulah yang membuat dirinya yakin akan potensi besar sang putra sejak awal.
Sudarmono, yang merupakan mantan pembalap motor nasional, bahkan rela gantung helm dan pensiun dari dunia balap pada tahun 2018 demi memfokuskan seluruh perhatiannya untuk mendampingi serta melatih Veda. Ia menilai potensi sejati seorang pembalap baru akan benar-benar teruji saat mereka mulai dihadapkan pada persaingan dan lawan-lawan yang lebih sulit.
"Semua pembalap terlihat cepat waktu kecil, nanti baru kelihatan perbedaannya waktu mereka mendapat lawan yang lebih sulit. Saya sendiri baru melihat Veda punya sesuatu yang lebih waktu dia balapan Asia Talent Cup. Di sana dia sudah mendapatkan kepercayaan diri buat bersaing," ujar Sudarmono saat menceritakan perkembangan karier balap Veda.