Presiden La Liga Javier Tebas melontarkan kritik pedas terhadap rencana FIFA memperluas jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. Berdasarkan wawancaranya dengan media Italia La Gazzetta dello Sport, Tebas menilai langkah tersebut sangat tidak masuk akal. Menurut Tebas, pimpinan FIFA bertindak tanpa rasa tanggung jawab terhadap ekosistem sepak bola global.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pandangan Tebas, penambahan jumlah kontestan hanya memuaskan kepentingan segelintir pihak dalam waktu singkat. Menurut Tebas, "Mereka sedang menghancurkan industri sepak bola, industri yang menciptakan puluhan ribu lapangan kerja, demi sebuah turnamen yang berlangsung 40 hari dan hanya melibatkan minoritas pemain."
Tebas juga menegaskan bahwa liga domestik merupakan fondasi utama kehidupan olahraga ini. Menurut Tebas, kompetisi nasional membutuhkan perlindungan yang lebih baik dari ancaman padatnya kalender internasional. Menurut Tebas, sepak bola dunia sebenarnya membutuhkan penurunan jumlah laga tim nasional, bukan sebaliknya.
Berdasarkan laporan media, gagasan Piala Dunia 64 tim untuk edisi 2030 mulanya dilempar oleh Presiden FIFA Gianni Infantino. Turnamen centenary tersebut dijadwalkan berlangsung di Spanyol, Portugal, dan Maroko, serta tiga laga di Paraguay, Uruguay, dan Argentina. Tebas secara terbuka menyatakan bahwa masa kepemimpinan Infantino di FIFA sudah seharusnya berakhir.