Presiden FIFA Gianni Infantino melempar wacana mengejutkan terkait kemungkinan memperluas peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. Berdasarkan keterangannya kepada televisi Swiss, gagasan ini muncul tepat setelah format 48 tim diselesaikan. Menurut Infantino, ide tersebut dapat dikaji lebih lanjut guna memberikan kesempatan bagi negara-negara kecil.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan analisis ekonomi, ekspansi ini berpotensi merombak struktur finansial sepak bola dunia secara mendasar. Kemudahan lolos ke putaran final diprediksi bakal menurunkan nilai komersial babak kualifikasi regional. Akibatnya, konfederasi benua akan makin bergantung pada dana distribusi FIFA, yang secara otomatis memperkuat dominasi lembaga tersebut.
Rencana ini mendapat perlawanan sengit dari berbagai pihak. Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan penolakannya sejak awal. Menurut Ceferin, "Saya tidak berpikir ini ide yang bagus untuk Piala Dunia, dan ini juga bukan ide yang bagus untuk kualifikasi kami. Jadi saya tidak mendukung ide itu." Penolakan serupa juga disuarakan oleh Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa.
Dari sisi logistik, format 64 tim memicu ancaman krisis jadwal dan beban tuan rumah. Arab Saudi, yang dijadwalkan menggelar Piala Dunia 2034, dipastikan menghadapi tantangan infrastruktur yang ekstrem. Selain tantangan bulan Ramadan dan jadwal kompetisi domestik, biaya operasional federasi peserta juga membengkak. Berdasarkan pernyataan Presiden Federasi Sepak Bola Prancis Philippe Diallo, timnya bahkan terancam rugi jika tidak berhasil menembus babak semifinal.