Langkah kontroversial kembali diambil oleh otoritas sepak bola dunia terkait rencana komersialisasi aset turnamen paling bergengsi di planet ini.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari The Times, Gianni Infantino dikabarkan berniat menjual 20 hingga 30 persen saham perusahaan baru yang menaungi kompetisi utama FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta.
Menurut informasi yang sama, sang presiden FIFA berpotensi menduduki posisi sebagai komisaris setelah masa jabatannya berakhir pada 2031 dengan bayaran fantastis.
Kelompok investor swasta tersebut dipimpin oleh Thrive Eternal, sebuah dana investasi di bawah naungan Thrive Capital milik Joshua Kushner.
Menanggapi rencana tersebut, UEFA langsung merilis pernyataan resmi yang mengecam keras langkah ambisius pemimpin asal Italia-Swiss tersebut.
Melalui pernyataan resminya, UEFA menegaskan, "Ini adalah batas yang tidak boleh dilanggar oleh badan pengatur sepak bola mana pun".
UEFA juga menyerukan persatuan global mulai dari federasi, liga, klub, hingga para suporter untuk melawan komersialisasi berlebihan ini dengan menyatakan, "Tidak ada dari kita yang memiliki sepak bola dan FIFA tidak berhak menjualnya".