Badan pengelola tenis putri dunia WTA kini tengah berdiri di tepi jurang krisis finansial yang mengancam kelangsungan organisasi. Menurut laporan keuangan terbaru, proyeksi kerugian operasional menembus angka 23 juta dolar AS atau setara dengan 20 juta euro yang menggerus cadangan kas dengan cepat.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan analisis situasi, pembatalan kerja sama turnamen penutup musim di Arab Saudi menjadi pukulan telak bagi pendapatan komersial organisasi. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh komitmen finansial besar untuk menyetarakan hadiah uang tunai dengan petenis putra pada turnamen gabungan.
Menurut langkah darurat yang diambil kepemimpinan baru di bawah Valerie Camillo, WTA kini mengandalkan strategi pemotongan anggaran ketat. Berdasarkan rencana strategis manajemen, fokus utama diarahkan pada ekspansi pasar Amerika Serikat guna mendongkrak kembali pendapatan sponsor dan peminat.
Petinggi organisasi menyadari bahwa waktu terus berjalan cepat untuk menyelamatkan masa depan sirkuit profesional putri ini. Berdasarkan proyeksi internal, "Tanpa perubahan haluan yang agresif, defisit total dapat mencapai 40 juta euro dalam waktu dekat," ungkap laporan yang mencemaskan tersebut.