Tantangan Berat Zinedine Zidane di Timnas Prancis, Krisis Bek Sayap dan Pengganti Saliba
- Zinedine Zidane resmi menjabat sebagai pelatih baru Timnas Prancis dengan warisan skuad muda berbakat dari era Didier Deschamps.
- Les Bleus saat ini menghadapi krisis regenerasi bek sayap yang kritis, baik di sektor kanan maupun kiri.
- Tugas pertama Zidane dipastikan bakal semakin berat karena ia harus memulai debutnya tanpa kehadiran bek andalan, William Saliba.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, sempat memuji Prancis sebagai tim dengan komposisi pemain terbaik di dunia setelah kemenangan di semifinal lalu. Pernyataan tersebut sulit disanggah karena Les Bleus saat ini memiliki fondasi skuad yang diisi oleh talenta-talenta muda yang melimpah. Dari starting eleven yang diturunkan di laga semifinal tersebut, tercatat hanya ada tiga pemain yang usianya sudah menginjak di atas 30 tahun, yaitu Mike Maignan, Lucas Digne, dan Adrien Rabiot. Zinedine Zidane kini bakal diuntungkan oleh proses penyegaran skuad yang sebelumnya telah diinisiasi oleh Didier Deschamps dalam beberapa musim terakhir.
Langkah regenerasi tersebut memunculkan nama-nama potensial seperti Manu Kone, Desire Doue, Bradley Barcola, Maghnes Akliouche, hingga Rayan Cherki. Kendati lini serang Prancis terlihat sangat menjanjikan dengan deretan bintang muda ini, Zidane tidak bisa bersenang-senang begitu saja. Mantan pelatih Real Madrid tersebut langsung dihadapkan pada pekerjaan rumah yang menumpuk di sektor pertahanan, terutama di posisi penjaga gawang utama dan pos bek sayap yang dinilai mengalami defisit kualitas serius.
Penjaga gawang utama Mike Maignan, yang kini berusia 31 tahun, tidak menorehkan performa yang mengesankan pada turnamen besar terakhir. Di saat yang sama, stok kiper pelapis dengan kualitas kelas atas juga tergolong sangat minim. Prancis masih harus menunggu kematangan Robin Risser yang berusia 21 tahun, kembalinya Lucas Chevalier, atau ledakan performa dari Ewen Jaouen yang kini merumput bersama Newcastle United. Masalah paling pelik yang harus segera diurai oleh Zidane justru berada di sektor bek sayap kanan dan kiri Prancis.
Staf kepelatihan era Didier Deschamps sebenarnya sudah berulang kali mengeluhkan minimnya sistem pembinaan pemain di posisi bek sayap di Prancis. Lemahnya sektor ini kembali terekspos dalam turnamen Piala Dunia. Di pos bek kanan, Jules Kounde yang sempat tampil biasa saja di awal turnamen baru bisa memperbaiki performanya menjelang laga-laga krusial. Sementara itu, Malo Gusto yang baru berusia 23 tahun justru tampil di bawah performa terbaiknya dan menunjukkan keterbatasan kualitas saat Prancis dihantam Inggris dengan skor telak 4-6.
Kondisi di sektor kiri pertahanan Prancis juga tidak kalah mengkhawatirkan bagi kelangsungan taktik Zidane. Lucas Digne yang sempat keteteran menghadapi gempuran Spanyol masih menjadi opsi utama, tetapi usianya kini sudah menginjak 32 tahun dan menit bermainnya sangat bergantung pada kebijakan rotasi di PSG. Sementara itu, Theo Hernandez dinilai belum memberikan kontribusi positif yang konsisten saat berseragam Les Bleus, sehingga sulit untuk dijadikan tumpuan utama dalam jangka panjang.
Zidane diprediksi akan mencoba merayu kembali Ferland Mendy untuk mengisi pos kiri pertahanan Prancis. Pemain Real Madrid berusia 31 tahun tersebut memiliki kualitas yang mumpuni, tetapi ia dituntut untuk bisa menjaga konsistensi dan kebugaran fisiknya karena rekam jejaknya yang sangat rentan terkena cedera. Guna mengidentifikasi talenta-talenta baru di posisi krusial ini, Zidane dikabarkan bakal meminta bantuan serta arahan dari sahabat dekatnya, Bernard Diomede, yang memiliki pemahaman mendalam terkait perkembangan tim nasional kelompok umur Prancis.
Langkah perburuan talenta baru ini dipastikan tidak akan berjalan mudah bagi sang legenda sepak bola Prancis tersebut. Hal ini terjadi setelah gelandang muda potensial, Ayyoub Bouaddi, lebih memilih untuk memperkuat tim nasional Maroko di level internasional. Praktis, pilihan pemain siap pakai untuk jangka pendek menyongsong musim gugur 2026 kini menjadi sangat terbatas, dengan hanya menyisakan nama Eli Junior Kroupi. Sebagai ujian awal yang sangat berat, Zidane juga dipastikan harus meracik strategi debutnya tanpa kehadiran bek tengah andalan mereka, William Saliba.