Mengenal Ismail Elfath, Wasit asal AS Kelahiran Maroko yang Pimpin Semifinal Inggris Vs Argentina
- Wasit keturunan Maroko-Amerika Serikat, Ismail Elfath, resmi ditunjuk FIFA untuk memimpin laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina.
- Elfath memulai karier perwasitannya secara tidak sengaja setelah mendapat tantangan dari pengelola liga amatir akibat dirinya yang sering memprotes keputusan wasit saat menjadi pemain.
- Dalam mengawal jalannya pertandingan krusial di Atlanta tersebut, Elfath akan dibantu oleh asisten wasit Corey Parker dan Kyle Atkins asal Amerika Serikat.
Wasit asal Amerika Serikat kelahiran Maroko, Ismail Elfath, resmi ditunjuk oleh FIFA untuk memimpin laga semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta pada hari Rabu waktu setempat. Pertandingan ini akan menjadi laga keempat yang dipimpin oleh wasit berusia 44 tahun tersebut sepanjang turnamen bergengsi ini berlangsung. Sebelumnya, Elfath telah sukses mengawal laga sengit antara Jepang kontra Belanda, kemenangan Spanyol atas Uruguay di fase grup, serta kemenangan mengejutkan Norwegia atas Brasil di babak 16 besar.
Lahir di kota Casablanca, Maroko, perjalanan hidup Elfath menuju panggung dunia terbilang sangat inspiratif setelah ia memutuskan bermigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 2001 saat masih berusia 17 tahun. Kepindahannya tersebut bermula dari keberuntungannya memenangkan visa melalui program lotere keberagaman pemerintah Amerika Serikat. Setelah menetap di Austin, Texas, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dan meraih gelar sarjana di bidang teknik mesin dari University of Texas sebelum akhirnya resmi menjadi warga negara Amerika Serikat.
Keputusan Elfath untuk terjun ke dunia perwasitan sebenarnya terjadi secara tidak sengaja karena ia awalnya merupakan seorang pemain sepak bola amatir yang berposisi sebagai striker di kompetisi lokal. Kekesalannya terhadap keputusan-keputusan pengadil lapangan saat bertanding mendorongnya untuk beralih memegang peluit sendiri. "Saya adalah pemain yang pemarah saat itu dan selalu mengeluh kepada pengelola liga, hingga suatu hari dia menantang saya untuk menjadi wasit saja," kenang Elfath saat menceritakan awal mula karier uniknya tersebut.
Sejak resmi terdaftar sebagai wasit FIFA pada tahun 2016, karier profesional Elfath melesat dengan cepat di kompetisi Major League Soccer (MLS) hingga berhasil menyabet gelar Wasit Terbaik MLS sebanyak dua kali pada tahun 2020 dan 2022. Ia juga tercatat menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia saat memimpin laga pertama yang menerapkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di lapangan secara global. Sebelum tampil di Piala Dunia 2026, ia telah memiliki jam terbang tinggi di panggung internasional termasuk memimpin pertandingan di Olimpiade Tokyo 2020, Piala Afrika 2021, serta Piala Dunia Qatar 2022.
Sebagai wasit yang mewakili kelompok minoritas, Elfath selalu membawa pesan toleransi dan kerja keras dalam setiap pertandingan besar yang dipimpinnya di level dunia. "Saya adalah minoritas ganda, seorang imigran keturunan Afrika dan juga muslim, sehingga menjadi satu-satunya perwakilan Amerika Serikat di level ini adalah tanggung jawab yang sangat merendahkan hati," jelasnya mengenai representasi dirinya di lapangan hijau. Untuk laga krusial antara Inggris dan Argentina nanti, Elfath akan didampingi oleh duet asisten wasit Corey Parker dan Kyle Atkins asal Amerika Serikat, serta Maurizio Mariani dari Italia selaku wasit keempat.