Transisi energi di industri otomotif global kini menghadapi realitas baru yang memaksa para pabrikan besar untuk meninjau ulang strategi masa depan mereka.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pernyataan CEO Audi Gernot Dollner dalam wawancaranya dengan Bloomberg, konsumen kelas atas di pasar kendaraan mewah ternyata masih menolak beralih sepenuhnya ke teknologi kendaraan listrik.
Menurut penjelasan Gernot Dollner, semakin mahal harga sebuah kendaraan, semakin kecil minat pembeli terhadap opsi tenaga listrik murni yang ditawarkan.
Fakta tersebut membuat pabrikan asal Jerman itu mengubah arah haluan dengan memastikan mesin konvensional berkonfigurasi V6 dan V8 akan tetap dipertahankan pada lini mobil sport dan mewah.
Meskipun demikian, segmen mobil kompak perkotaan dinilai masih cukup terbuka untuk menerima kehadiran kendaraan ramah lingkungan berbasis baterai secara bertahap.
Berdasarkan strategi baru tersebut, Audi kini memilih untuk berjalan di dua jalur berbeda demi memenuhi selera pasar yang sangat dinamis.