Devins Bookie Devins Bookie
/home / ligue 1 / Tadej Pogacar Juara Etape 10 Tour de...
LIGUE 1

Tadej Pogacar Juara Etape 10 Tour de France Usai Solo Klasik

Tadej Pogacar merayakan kemenangan solo yang gemilang pada etape 10 Tour de France

Tadej Pogacar merayakan kemenangan solo yang gemilang pada etape 10 Tour de France

Pembalap sepeda asal Slovenia, Tadej Pogacar, kembali menunjukkan kelasnya dengan gaya yang sangat khas pada etape kesepuluh Tour de France. Pemegang kaus kuning tersebut berhasil melintasi garis finis sendirian setelah menempuh rute berbukit sejauh 166 kilometer melintasi wilayah Centraal Massief di Prancis, unggul setengah menit dari Remco Evenepoel dan Paul Seixas.

Berdasarkan hasil balapan ini, Pogacar berhasil memperlebar keunggulannya di papan klasemen umum menjadi 3,5 menit atas peringkat kedua sekaligus rival utamanya, Jonas Vingegaard. Pembalap asal Denmark tersebut harus rela kehilangan waktu sekitar 45 detik dari Pogacar pada etape kali ini.

Menurut pantauan redaksi, sang juara dunia bertahan tersebut melakukan serangan mendadak di salah satu tanjakan terakhir dan meninggalkan para pesaingnya. Ia sukses mempertahankan keunggulan sekitar 20 hingga 30 detik dari kelompok pengejar kuat yang diisi oleh Evenepoel, Seixas, Vingegaard, Florian Lipowitz, Juan Ayuso, dan Mattias Skjelmose.

Di sisi lain, nasib kurang beruntung menimpa Isaac del Toro yang kehilangan waktu berharga sehingga posisinya merosot dari peringkat ketiga ke peringkat tujuh. Posisi ketiga klasemen kini resmi direbut oleh Evenepoel, yang sekarang hanya terpaut 30 detik saja di belakang Vingegaard.

Dari pengamatan tim redaksi, balapan hari itu berlangsung sangat berat dan panas dengan suhu udara mencapai di atas 30 derajat Celsius. Para pembalap harus menaklukkan tujuh tanjakan berat yang masuk dalam kategori, di mana semuanya terkonsentrasi pada 100 kilometer terakhir dari rute balapan.

Ketika peloton mulai memasuki area tersebut, sebuah kelompok besar yang terdiri dari 25 pembalap sempat melakukan aksi meloloskan diri. Di antara kelompok tersebut terdapat dua pembalap asal Belanda, Thymen Arensman dan Mathieu van der Poel, serta sembilan pembalap asal Prancis yang berharap bisa meraih kemenangan di hari libur nasional Quatorze Juillet, dengan keunggulan maksimal mencapai satu setengah menit.

Namun, ruang gerak mereka sangat terbatas karena para rekan setim Pogacar di UAE Emirates terus menjaga ritme balapan yang sangat tinggi di depan peloton. Hal ini menjadi indikasi awal yang jelas bahwa sang pemilik kaus kuning memang sudah merencanakan sesuatu yang besar.

Menyadari situasi tersebut, Van der Poel memilih untuk mundur dari kelompok depan saat balapan menyisakan 75 kilometer lagi dan kembali ke peloton utama. Tidak lama berselang, langkah serupa juga diikuti oleh Arensman yang membiarkan kelompok depan melaju.

Saat pelarian terakhir dari Javier Romo (Movistar) berhasil dikejar menjelang fase akhir balapan, Richard Carapaz (EF-Easypost) mendadak melakukan serangan kilat. Ia membalap sendirian di depan sebagai target buruan utama bagi rombongan Pogacar.

Keunggulan satu menit yang sempat dibangun oleh Carapaz seolah tidak berarti apa-apa ketika Pogacar melakukan akselerasi maut pada 15 kilometer menjelang garis finis. Tidak ada satu pun rival yang mampu menempel serangannya, dan dalam sekejap mata, ia berhasil menyalip Carapaz.

Pogacar kemudian memimpin dengan selisih 10, 20, hingga 30 detik di depan enam pembalap pengejar. Meskipun kelompok pengejar tersebut bekerja sama dengan sangat baik, mereka tetap tidak mampu memangkas jarak dari sang pemimpin balapan.

Menjelang finis, Pogacar sempat terlihat mulai kelelahan dan harus bekerja ekstra keras dengan wajah yang meringis menahan beban berat. Namun, upaya pengejaran di belakangnya juga goyah karena hanya Vingegaard yang mengenakan kaus polkadot yang memimpin pengejaran, sebuah upaya yang justru membuatnya kehilangan banyak detik berharga di meter-meter terakhir tanjakan menuju finis.

Sementara itu, Evenepoel yang sempat tertinggal di tanjakan terakhir secara luar biasa mampu menemukan kekuatan baru dan melakukan sprint untuk mengamankan tempat kedua. Hasil ini membuat persaingan memperebutkan podium di bawah Pogacar yang terlalu tangguh menjadi jauh lebih menarik, karena peringkat 2 hingga 7 kini hanya terpaut jarak sekitar satu setengah menit saja.

// TOPICS
#tadej_pogacar #tour_de_france #remco_evenepoel #jonas_vingegaard #balap_sepeda #hasil_tour_de_france #tour_de_france_etape_10
Spesialis Balap Sepeda, Olahraga Motor, & Atletik

Maryadi Kurniawan adalah pakar yang diakui di bidang balap sepeda, olahraga motor, dan atletik. Ia telah meliput lebih dari 15 Tour de France, kejuaraan dunia balap sepeda jalan raya dan trek, serta kompetisi Formula 1 dan ketahanan. Gairahnya terhadap performa manusia dan mesin memungkinkannya memberikan analisis teknis dan narasi imersif yang membawa pembaca ke tengah aksi.