Etape pegunungan serius pertama dalam gelaran Tour de France ke-113 tahun 2026 berhasil dikuasai oleh Tadej Pogacar. Pembalap asal Slovenia yang telah mengoleksi empat gelar Tour de France tersebut sukses menyentuh garis finis sendirian setelah menempuh rute melelahkan sejauh 186,2 kilometer dari Pau menuju Gavarnie-Gedre yang melewati tanjakan legendaris Tourmalet.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, rival utamanya yaitu Jonas Vingegaard mencoba memberikan perlawanan sengit di belakangnya. Pembalap Denmark dari tim Visma-Lease a Bike tersebut finis di posisi kedua secara solo, namun ia harus merelakan waktu yang cukup jauh setelah tertinggal hingga 2 menit 38 detik di belakang kedahsyatan performa Pogacar.
Menurut pantauan redaksi, dominasi tim UAE Team Emirates sangat terlihat ketika balapan mulai memasuki tanjakan kategori berat Tourmalet sepanjang 17 kilometer. Rekan setim Pogacar, Isaac del Toro, melakukan kerja keras yang luar biasa di depan untuk memecah kelompok besar hingga menyisakan Pogacar sendirian sebelum akhirnya pembalap asal Meksiko itu finis di peringkat ketiga.
Nasib sial justru menimpa pemegang kaus kuning sebelumnya, Torstein Traeen. Berdasarkan laporan medis pasca-balapan, pembalap asal Norwegia tersebut tidak hanya kehilangan posisi puncak klasemen, melainkan juga mengalami kecelakaan saat turunan yang mengakibatkan tulang rusuknya patah sehingga terlempar jauh ke posisi 51 dengan jarak hampir 30 menit.
Melalui kemenangan impresif di Pyrenaeen ini, Tadej Pogacar kini kembali mengamankan posisi teratas klasemen umum dan berhak mengenakan jersey kuning yang sempat lepas dari genggamannya. Keunggulan waktu yang masif atas para pesaing terdekatnya ini sekaligus memperbesar peluang emas sang pembalap untuk kembali merengkuh gelar juara umum Tour de France musim ini.