Kiper anyar Juventus, Guglielmo Vicario, akhirnya membuka suara mengenai pengalamannya selama memperkuat klub Liga Inggris, Tottenham. Berdasarkan wawancaranya dengan Sky Italia, ia mengakui bahwa periode di London dipenuhi dengan dinamika yang cukup pelik dan membuatnya harus tersingkir dari proyek utama tim.
// Related stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Vicario, masa-masa sulit di Inggris justru memberikan pelajaran berharga yang membentuk kedewasaannya sebagai seorang atlet profesional. "Saya harap saya bisa bilang saya lebih matang dan lebih sadar, dengan pengalaman yang berbeda," ujarnya seperti dikutip dari Tuttosport.
Kepindahannya ke Turin sempat melalui proses negosiasi yang cukup panjang di bursa transfer. Meskipun diminati oleh sejumlah klub Italia lainnya, Vicario menegaskan bahwa Juventus selalu menjadi satu-satunya pelabuhan impian yang ingin ia tuju sejak lama.
Berdasarkan keterangannya, kiper berusia 29 tahun itu enggan meratapi masa lalu ataupun memperdebatkan alasan detail di balik kepergiannya dari Tottenham. "Ada beberapa dinamika yang tidak sejalan, mungkin karena berbagai alasan yang tidak masuk akal untuk disebutkan sekarang," ucapnya.
Vicario juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada pelatih Roberto De Zerbi yang telah membantunya menemukan jalan keluar dari situasi pelik di Tottenham. "Dia adalah orang yang tulus, jujur, dan di atas segalanya adalah pria yang menepati janjinya," pungkas sang penjaga gawang.