Kurang dari 24 jam tersisa sebelum Spanyol dan Belgia bertarung memperebutkan satu tempat di babak semifinal Piala Dunia 2026. Berdasarkan pantauan redaksi, La Roja menatap laga ini sebagai tim favorit setelah berhasil menyingkirkan Portugal di babak 16 besar berkat pahlawan tak terduga, Mikel Merino. Gelandang Arsenal tersebut masuk dari bangku cadangan di menit-menit akhir pertandingan untuk memastikan kemenangan dramatis yang memicu kegembiraan luar biasa bagi para pendukung Spanyol.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Namun, hasil undian yang mempertemukan mereka dengan Belgia telah memicu perdebatan sengit di program El Sanedrin de El Larguero. Meskipun Spanyol di atas kertas lebih diunggulkan, pengamatan tim redaksi menunjukkan masih ada kekhawatiran bahwa sejarah kelam akan terulang kembali. Publik sepak bola Spanyol mulai dibayangi oleh "hantu" Piala Dunia Meksiko 1986, saat generasi yang dipimpin oleh Butragueño disingkirkan oleh Belgia melalui adu penalti di babak perempat final.
Jurnalis senior Manu Carreño mencoba meredakan tekanan yang dipikul oleh skuad asuhan Luis de la Fuente tersebut. "Menurut saya pribadi, tersingkir di perempat final bukanlah sebuah kegagalan. Namun, saya percaya bahwa agar Spanyol bisa mencatatkan pencapaian Piala Dunia yang hebat, mereka membutuhkan langkah kecil itu untuk setidaknya menembus semifinal. Setelah itu, jika Anda disingkirkan oleh Prancis, itu akan menjadi cerita yang berbeda," ujarnya.
Sebaliknya, Javier Herráez menuntut hasil yang lebih tinggi dan menilai hasil apa pun selain semifinal akan menjadi kekecewaan besar bagi publik Spanyol. "Bagi saya pribadi, itu adalah kegagalan. Spanyol adalah salah satu tim nasional terbaik di dunia dan mungkin tim yang memainkan sepak bola terbaik dalam dua tahun terakhir. Kami memang sangat tidak beruntung dengan cedera dan bintang-bintang kami datang dalam kondisi kelelahan, tetapi kami tetap memiliki level untuk berada di antara empat tim terbaik turnamen," kata Herráez menegaskan.
Sementara itu, jurnalis Antón Meana merujuk pada catatan sejarah sepak bola Spanyol untuk melihat ekspektasi publik secara lebih realistis. "Spanyol hanya pernah memainkan satu laga semifinal sepanjang sejarah Piala Dunia mereka, yaitu pada tahun 2010. Selama beberapa dekade, perempat final selalu menjadi tembok penghalang bagi kami, seperti saat melawan Korea, Amerika Serikat, atau eliminasi dari Belgia di Meksiko 1986. Anda tidak bisa menuntut tim yang secara historis hampir tidak pernah mencapai semifinal untuk menganggap kegagalan jika tidak mencapainya," tutur Meana.
Dari pantauan redaksi, Antonio Romero juga menyoroti potensi bahaya yang dibawa oleh generasi baru timnas Belgia di bawah asuhan pelatih barunya. Menurut Romero, meskipun generasi emas Belgia era Roberto Martínez telah berakhir, Setan Merah tetap memiliki kekuatan kolektif yang mengejutkan dan diperkuat oleh penjaga gawang terbaik di dunia saat ini. Ia juga memperingatkan bahwa musuh terbesar La Roja dalam laga krusial ini adalah rasa percaya diri yang berlebihan.