Piala Dunia 2026 menyajikan banyak cerita menarik di atas lapangan hijau. Berdasarkan pantauan redaksi, salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah penyerang timnas Spanyol, Mikel Oyarzabal. Pemain Real Sociedad berusia 29 tahun ini tidak memiliki ego yang besar, jauh dari sorotan karisma yang meluap-luap, setia pada klub masa kecilnya, dan tidak hidup hanya demi mencetak gol. Dalam banyak aspek, ia merupakan kebalikan dari Cristiano Ronaldo yang menjadi lawannya di babak 16 besar Piala Dunia.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kendati demikian, penyerang andalan Real Sociedad ini menunjukkan efisiensi di tim nasional yang layak disandingkan dengan masa-masa kejayaan sang megabintang Portugal tersebut. Dari pengamatan tim redaksi di media sosial, pers Spanyol bahkan kerap berguyon bahwa Oyarzabal sengaja menyamar sebagai Ronaldo lain, yaitu sang legenda Brasil R9, lengkap dengan suntingan foto rambut ikonik Ronaldo pada Piala Dunia 2002 silam.
Statistik performanya bersama La Roja dalam satu setengah tahun terakhir terbilang luar biasa. Padahal, sebelum Mei lalu, ia belum pernah menembus angka 15 gol dalam satu musim di Liga Spanyol. Dalam 17 penampilan terakhirnya untuk timnas, pemain yang akrab disapa Oyar ini sukses menjaringkan 17 gol dan memberikan tujuh umpan matang. Catatan ini bahkan melampaui torehan Kylian Mbappe yang mengemas 15 gol dan tujuh assist dalam periode yang sama.
Mantan rekan setimnya di Real Sociedad, Hamari Traore, memberikan kesaksian mengenai gaya bermain sang penyerang. "Jika dia hanya fokus pada gol, dia bisa dengan mudah mencetak lebih banyak gol. Dia adalah pemain yang sangat berbasis pada kolektivitas tim, tidak egois, dan mencetak banyak assist. Dia bukan tipe pemain seperti Filippo Inzaghi. Dia membuka ruang untuk pemain sayap yang sangat diuntungkan oleh pergerakannya karena dia adalah seseorang yang sangat, sangat cerdas," ujar Traore yang kini membela Paris FC.
Karakter pengorbanan Oyarzabal terlihat jelas saat laga melawan Tanjung Verde yang berakhir imbang 0-0 pada 15 Juni lalu. Berdasarkan pengamatan jalannya pertandingan, ia tidak menyentuh bola sama sekali pada 30 menit pertama laga, sebuah catatan unik di Piala Dunia. Namun, ia tetap menjalankan instruksi pelatih tanpa mengeluh sedikit pun.
Fleksibilitas taktik juga menjadi keunggulan lulusan administrasi bisnis yang mengawali karier olahraganya dari judo ini. Menurut Traore, posisi penyerang tengah sebenarnya bukanlah posisi asli Oyarzabal karena ia dibentuk sebagai pemain sayap. Namun, kematangan bermain membuatnya mampu ditempatkan di posisi sayap kiri, sayap kanan, penyerang bayangan, hingga gelandang tengah dalam formasi 4-3-3.
Kesetiaan Oyarzabal terhadap Real Sociedad juga menjadi cerita tersendiri di era sepak bola modern. Meskipun sempat diminati klub raksasa seperti Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola, ia enggan bergeming. "Saya berada di tempat yang saya inginkan, di tempat yang saya anggap sebagai rumah saya, Real Sociedad," tutur pemain yang telah mempersembahkan dua trofi Copa del Rey (2020 dan 2026) ini.
Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, terus memberikan dukungan penuh kapten Real Sociedad tersebut di tengah perdebatan publik apakah sang pemain kurang diapresiasi (under-rated). "Kami yang memahami sepak bola sangat menghargainya. Dampak Mikel pada tim sangat besar. Saya selalu membela Mikel, begitu juga rekan-rekannya. Saya berharap publik Spanyol memberikan dukungan penuh karena dia bisa mengukir sejarah bagi sepak bola Spanyol," tegas sang pelatih.
Lebih lanjut, Luis de la Fuente juga memprediksi masa depan cerah bagi sang pemain setelah gantung sepatu nanti. "Ketika orang bertanya kepada saya pemain mana yang bisa menjadi pelatih hebat di masa depan, saya menjawab Mikel Oyarzabal. Dia sangat memahami sepak bola dan tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi sulit," pungkas pelatih yang membawa Spanyol juara Euro 2024 lewat gol penentu Oyarzabal ke gawang Inggris tersebut.