Kekecewaan mendalam tengah menyelimuti tim nasional Prancis setelah mereka dipastikan gagal melangkah ke babak final Piala Dunia 2026. Langkah Les Bleus terhenti di babak semifinal usai ditumbangkan oleh Spanyol dengan skor mutlak 0-2. Berdasarkan pantauan redaksi, kekalahan ini memicu reaksi keras dari sang juru taktik, Didier Deschamps, yang menyoroti kepemimpinan pengadil lapangan hijau.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan dari L'Equipe, Didier Deschamps tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya sesaat setelah pertandingan usai. Berbicara kepada media M6, ia secara terbuka mempertanyakan kelayakan wasit yang memimpin laga krusial tersebut. "Ada banyak kekecewaan. Para pemain hancur karena kami memiliki ambisi besar. Namun, setelah itu saya mengajukan pertanyaan dan saya tidak akan menjawabnya: Apakah wasit memiliki level yang mumpuni untuk memimpin laga semifinal Piala Dunia?", ujar Deschamps dengan nada sindiran.
Meski melontarkan kritik tajam kepada wasit, Deschamps tetap bersikap ksatria dengan mengakui keunggulan Spanyol. Dari pengamatan tim redaksi, permainan Prancis memang kalah dominan dibanding skuad La Furia Roja yang tampil lebih taktis. "Saya tidak mengatakan ini hanya karena kami kalah hari Selasa kemarin, tetapi memang ada beberapa situasi yang seringkali merugikan kami. Namun, alasan utamanya adalah kami tampil sedikit di bawah performa dan kurang berbahaya dalam menyerang," tambahnya.
Lebih lanjut, pelatih yang membawa Prancis juara dunia 2018 itu mengonfirmasi adanya kendala teknis dan fisik yang dialami anak asuhnya selama turnamen berlangsung di Amerika Utara. Salah satu pukulan telak bagi lini pertahanan Prancis adalah cedera yang dialami oleh bek andalan mereka. "William Saliba tidak bisa melanjutkan pertandingan. Ini adalah elemen-elemen yang tidak menguntungkan bagi kami. Tapi saya tidak ingin mengurangi apresiasi terhadap kualitas tim Spanyol yang menguasai jalannya pertandingan," tutur Deschamps.
Kini, Prancis harus melupakan mimpi angkat trofi dan bersiap menghadapi laga perebutan tempat ketiga. Menurut Deschamps, fokus utamanya saat ini adalah memulihkan mentalitas para pemain yang sedang terpuruk demi mengakhiri turnamen dengan kepala tegak. Tim redaksi mencatat bahwa Les Bleus akan mengerahkan kemampuan terbaiknya di pertandingan penutup tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perjuangan mereka sejauh ini.