Langkah tim nasional Prancis di panggung Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan tragis. Menghadapi Spanyol dalam babak semifinal yang sangat dinantikan, skuad asuhan Didier Deschamps justru tampil di bawah performa terbaiknya dan menyerah dengan skor telak 0-2. Kekalahan ini sekaligus membuyarkan mimpi Les Bleus untuk mencatatkan tiga final beruntun di turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, Prancis seolah kehilangan arah sejak menit awal pertandingan. Mereka terus berlari tanpa arah akibat stamina fisik yang tidak optimal, ditambah dengan buruknya koordinasi taktis dan banyaknya kesalahan teknis individu. Upaya perubahan posisi pemain yang dilakukan dari bangku cadangan juga gagal memberikan dampak signifikan untuk keluar dari tekanan ketat Spanyol.
Menurut analisis jurnalis olahraga L'Equipe, Vincent Duluc, petaka bagi Prancis dimulai dari kesalahan fatal di lini pertahanan mereka. Pada menit ke-22, Lucas Digne melakukan kecerobohan saat menghalau bola yang berujung pelanggaran terhadap Lamine Yamal di kotak terlarang. Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor penalti dengan tenang sukses menaklukkan Mike Maignan untuk membawa Spanyol memimpin 1-0.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, gol kedua Spanyol yang dicetak oleh Pedro Porro pada menit ke-56 semakin menegaskan rapuhnya pertahanan Prancis. Manu Koné dengan mudah dilewati di lini tengah, disusul kegagalan Dayot Upamecano dalam duel bertahan, dan kelalaian Désiré Doué dalam menutup pergerakan lawan. Sementara itu, bintang utama Kylian Mbappé kembali mandul di laga penting ini dan gagal menyelamatkan timnya.
Bagi sang pelatih, Didier Deschamps, laga perebutan tempat ketiga mendatang di Miami akan menjadi laga perpisahan setelah 14 tahun mengarsiteki Les Bleus. Setelah turnamen ini, generasi emas Prancis akan memulai babak baru di bawah kepemimpinan Zinédine Zidane yang dijadwalkan mulai menjabat pada Oktober mendatang. Namun untuk saat ini, Prancis harus pulang dengan penyesalan mendalam karena gagal tampil maksimal di laga krusial.