Performa Kylian Mbappe di sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 tampaknya tidak tergoyahkan oleh rintangan apa pun. Berdasarkan pantauan redaksi, cuaca panas ekstrem di Philadelphia maupun kerasnya rumput lapangan di New York tidak menjadi penghalang bagi sang kapten. Saat Lionel Messi terus mencetak gol demi gol untuk negaranya, Mbappe membalasnya dengan performa serupa. Bahkan ketika Ousmane Dembele sempat kesulitan di awal turnamen, Mbappe langsung menyuplai dua asis matang saat berlaga di Boston.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Ketangguhan mental Mbappe semakin teruji saat timnas Prancis menghadapi perlawanan keras dari Paraguay pada babak 16 besar. Menanggapi duel fisik yang menjurus kasar dari tim lawan, kapten Les Bleus ini justru menunjukkan ketenangan luar biasa yang membuat kagum orang-orang terdekatnya. Menurut pengamatan tim redaksi, performa impresif tersebut membuat Mbappe kian dihormati oleh rekan-rekan setimnya, bahkan Didier Deschamps langsung menginstruksikan pemain lain untuk mengawalnya begitu peluit panjang berbunyi.
Didier Deschamps sengaja tidak menarik keluar Mbappe demi melindunginya dari provokasi lawan, sebuah keputusan yang berbeda dari laga perempat final Piala Dunia 2018 silam saat melawan Uruguay. "Malam ini, saya meminta dua pemain paling kekar di bangku cadangan untuk segera melindunginya di akhir laga karena kita tidak pernah tahu, pertandingan belum benar-benar selesai sebelum ruang ganti," ujar Deschamps saat diwawancarai oleh media M6.
Ketenangan Mbappe juga terlihat dari bagaimana dia merespons provokasi kiper lawan, Orlando Gill, yang mencoba menjabat tangannya di akhir laga. Mbappe memilih mengabaikannya dan merayakan kemenangan dengan teriakan yang membalas segala makian yang diterimanya selama 90 menit laga berjalan. Sikap dingin Mbappe ini bahkan mendapat pembelaan dari mantan kiper timnas Inggris, Joe Hart. "Saya tidak mendukung perayaan seperti itu, tapi saya senang dia melakukannya. Dia tidak menjabat tangannya di akhir pertandingan, dan saya pun tidak akan menjabat tangan pemain Paraguay mana pun," kata Joe Hart dalam siniar milik Gary Lineker.
Solidaritas skuad Prancis saat ini terikat kuat karena mereka tahu Mbappe selalu tampil jujur dan berkorban demi tim. Anggapan miring dari luar yang menyebut Mbappe otoriter justru menjadi bahan candaan di internal tim. Ousmane Dembele, yang dikenal sebagai salah satu sahabat terdekatnya di tim nasional, bahkan kerap menjuluki sang kapten dengan sebutan "Mobutu".
Didier Deschamps pun langsung menepis rumor miring mengenai sifat kaptennya tersebut di hadapan media. "Anda menjulukinya seorang diktator, tetapi citra Kylian sama sekali tidak mencerminkan realitas yang ada. Sejak hari pertama pemusatan latihan, dia datang dengan komitmen tinggi. Ketika dia berbicara, dia berbicara atas nama kelompok dan menyampaikan aspirasi pemain lain, bukan kepentingannya sendiri. Jika semua orang mengikutinya, itu karena Kylian adalah pemain yang tidak pernah membuat masalah," tegas Deschamps.
Berdasarkan informasi internal tim, kepemimpinan Mbappe juga dibuktikan dengan kerja kerasnya dalam membantu pertahanan, sesuatu yang jarang dia lakukan sebelumnya. Komitmen ini sudah dia tunjukkan sejak menjalani sesi latihan fisik berat di Clairefontaine sebelum terbang ke Amerika Serikat. Ketegasan Mbappe di luar lapangan, termasuk saat bernegosiasi alot dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) terkait bonus pemain, kian menegaskan pengaruh besarnya di dalam tim nasional saat ini.