Devins Bookie Devins Bookie
/home / berita / Amadou Onana Buka Suara Usai Alami...
BERITA

Amadou Onana Buka Suara Usai Alami Cedera Lutut Parah di Piala Dunia

Gelandang Timnas Belgia Amadou Onana saat bertanding sebelum mengalami cedera lutut parah

Gelandang Timnas Belgia Amadou Onana saat bertanding sebelum mengalami cedera lutut parah

Kabar buruk menimpa salah satu pilar lini tengah Timnas Belgia, Amadou Onana. Pemain berbakat tersebut dipastikan harus menyudahi perjalanannya di Piala Dunia 2026 lebih cepat, bahkan ia juga terancam melewatkan sebagian besar kompetisi musim baru di level klub akibat cedera parah.

Berdasarkan laporan dari media Belgia Sporza, Amadou Onana mendapati mimpi buruknya saat membela negara dalam laga babak 16 besar melawan Amerika Serikat. Mantan pemain Everton itu salah tumpuan dan langsung terkapar di lapangan, yang menjadi sinyal awal dari sebuah cedera yang sangat serius.

Hasil pemeriksaan medis memberikan vonis yang sangat memukul sang pemain, di mana ia dinyatakan mengalami cedera robek ligamen lutut (ACL). Cedera horor ini mengharuskan Onana naik ke meja operasi dan diprediksi bakal absen dari lapangan hijau selama hampir satu tahun penuh untuk menjalani proses pemulihan.

Melalui unggahan panjang di akun Instagram pribadinya, Onana untuk pertama kalinya mengungkapkan isi hatinya yang terdalam. "Zodra ik tegen de grond smakte, klapte mijn wereld in elkaar (Begitu saya terjatuh ke tanah, dunia saya serasa runtuh)," tulis gelandang andalan Setan Merah tersebut mengekspresikan momen traumatis itu.

Dari pantauan redaksi, sang gelandang tidak menampik bahwa ia sempat merasa frustrasi dan terpukul pada awal kejadian. "Ik wist meteen dat er iets heel ergs was gebeurd (Saya langsung tahu sesuatu yang sangat buruk telah terjadi). Pikiran pertama saya adalah: mengapa harus saya? Mengapa sekarang? Apa yang telah saya lakukan hingga layak menerima ini? Saya marah pada dunia, tetapi juga sedih karena tidak bisa melakukan apa yang paling saya cintai dalam waktu lama," lanjutnya.

Namun, titik balik mentalitas Onana terjadi pada hari ketiga pascacedera ketika keteguhan iman mulai menuntunnya untuk menerima kenyataan pahit tersebut. Menurut pengakuannya, ia mulai sadar bahwa cobaan ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari karier seorang pesepak bola profesional.

"Saat itulah saya berpikir: mengapa tidak saya? Saya benar-benar tidak lebih baik dari siapa pun yang telah mengalami hal serupa. Ini adalah bagian dari olahraga. Saya sekarang merasa bersyukur karena berada di posisi yang istimewa: Allah telah memberkahi saya dengan keluarga yang luar biasa dan banyak orang yang akan menemani saya dalam perjalanan ini," ungkap Onana.

Pemain berusia 24 tahun tersebut kini memilih untuk fokus pada proses rehabilitasi dengan mentalitas yang kuat. Ia percaya bahwa cobaan berat ini akan membentuknya menjadi pribadi yang lebih matang, baik di dalam maupun di luar lapangan pertandingan.

"Saya yakin pengalaman ini akan membuat saya berkembang sebagai atlet, manusia, ayah, suami, dan banyak lagi. Saya percaya segala sesuatu terjadi karena suatu alasan dan inilah yang telah Allah tetapkan untuk saya. Kami tidak lari dari masalah ini, tetapi kami akan menghadapi dan menaklukkannya. Mamba mentality," pungkas Onana menutup pesan emosionalnya.

Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa cedera Onana ini menjadi pukulan telak ganda bagi Belgia. Pasalnya, setelah kehilangan Onana di babak 16 besar, langkah armada Rode Duivels di Piala Dunia 2026 akhirnya harus terhenti dengan penuh tangisan setelah ditumbangkan oleh Spanyol pada babak berikutnya.

// TOPICS
#amadou_onana #timnas_belgia #piala_dunia_2026 #cedera_pemain #cedera_lutut #rode_duivels #amerika_serikat #spanyol
Jurnalis Olahraga Senior - Sepak Bola & Analisis Taktik

Ajiman Prasetyo adalah jurnalis olahraga ternama dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia sepak bola. Mantan koresponden di Jakarta, London, dan Madrid, ia telah meliput berbagai ajang olahraga terbesar: Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, dan liga-liga nasional. Analisis taktik dan laporan lapangannya dihargai karena kedalaman dan ketepatannya. Bergairah tentang sepak bola Eropa dan Amerika Selatan, ia menghadirkan pandangan unik dan mendalam tentang berita olahraga.