Gelaran akbar Piala Dunia 2026 kini resmi memasuki fase paling krusial. Setelah melewati persaingan sengit yang melibatkan total 48 negara dan menembus catatan 100 pertandingan, kini hanya tersisa empat tim raksasa yang siap bertarung memperebutkan takhta juara. Prancis, Spanyol, Argentina, dan Inggris menjadi empat negara tersisa yang bakal saling sikut di pekan terakhir turnamen sepak bola terakbar sejagat ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis, babak semifinal pertama akan mempertemukan Prancis kontra Spanyol di Dallas pada Selasa malam waktu setempat, disusul bentrokan sengit antara Argentina melawan Inggris di Atlanta pada keesokan harinya. Dari pantauan redaksi, seluruh pertandingan sisa termasuk perebutan tempat ketiga di Miami dan partai final di New York/New Jersey akan bergulir pada pukul 21.00 dan 23.00 waktu setempat, sebuah waktu yang sangat bersahabat bagi para pencinta sepak bola layar kaca di wilayah Eropa karena tidak perlu lagi menyalakan alarm di dini hari.
Menyambut babak empat besar ini, FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia kembali memamerkan sejumlah inovasi menarik. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah peluncuran bola resmi baru bertajuk Trionda Final yang akan mulai digunakan sejak babak semifinal. Menurut penjelasan resmi, bola ini merupakan versi pembaruan dari Trionda versi reguler yang sebelumnya bermotif warna khas tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Desain Trionda Final kini mengalami perubahan drastis dengan dominasi aksen hitam yang dipadukan dengan grafis tulisan emas. Tulisan tersebut secara khusus merinci nama-nama kota pelaksana empat pertandingan pamungkas turnamen. Pengamatan tim redaksi menilai bahwa langkah kosmetik ini sengaja diambil FIFA untuk memberikan kesan prestisius dan eksklusif pada fase perebutan gelar juara dunia.
Selain urusan si kulit bundar, regulasi pemutihan kartu kuning juga kembali diberlakukan demi menjamin partai semifinal dihiasi oleh para pemain bintang. Semua akumulasi kartu kuning sejak babak perempat final resmi dihapuskan, sehingga tidak ada pemain dari keempat negara tersebut yang absen akibat sanksi akumulasi. Tercatat hanya bek Inggris, Quansah, yang masih harus menjalani sanksi larangan bertanding akibat kartu merah langsung yang diterimanya saat bersua Meksiko, namun ia dipastikan tetap bisa tampil andai Inggris melaju ke final.
Gebrakan paling radikal yang dipersiapkan FIFA adalah hadirnya pertunjukan jeda babak atau "halftime show" berdurasi 11 menit pada partai final nanti, mengadopsi konsep megah ala Super Bowl di Amerika Serikat. Sejumlah musisi papan atas dunia seperti Shakira, Madonna, BTS, hingga Justin Bieber dipastikan bakal mengguncang panggung hiburan tersebut. Pertunjukan ini juga akan dimeriahkan oleh konduktor Venezuela, Gustavo Dudamel, paduan suara PS 22 Chorus bersama Coldplay, serta penyanyi Nigeria, Burna Boy.
Berdasarkan laporan kepanitiaan, vokalis Coldplay, Chris Martin, ditunjuk langsung sebagai kurator utama yang merancang seluruh konsep pertunjukan megah tersebut. Agenda hiburan ini tidak semata-mata menjadi komoditas bisnis televisi, melainkan membawa misi kemanusiaan global. Seluruh keuntungan dan sorotan dari ajang ini ditargetkan mampu menghimpun dana sebesar 100 juta dolar AS untuk FIFA Global Citizen Education Fund, sebuah gerakan yang berfokus mendanai akses pendidikan dan fasilitas sepak bola bagi anak-anak kurang mampu di seluruh dunia.