Tensi menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis kian memanas setelah bintang muda La Roja, Lamine Yamal, melontarkan pernyataan bernada provokasi. Sesaat setelah membawa negaranya menyingkirkan Belgia, Yamal sesumbar bahwa Prancis seharusnya takut kepada Spanyol mengingat rekor pertemuan terakhir kedua tim yang berpihak pada negaranya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari konferensi pers di Bentley University, kubu Les Bleus memilih menanggapi psywar tersebut dengan kepala dingin namun penuh percaya diri. Bek tengah Prancis, Ibrahima Konate, bahkan tertawa mendengar klaim dari pemain muda Barcelona tersebut dan menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak merasa tertekan.
"Tidak, tidak, tidak... Sejujurnya, kami tidak mendengarkan apa yang dikatakan orang luar. Kami tidak boleh takut pada siapa pun, tetap rendah hati, dan tidak terjebak dalam permainan kata-kata ini, terutama di fase krusial kompetisi. Sekarang dia bisa mengatakan apa pun yang dia mau, kami hanya fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin," ujar Ibrahima Konate seperti dikutip dari lequipe.fr.
Dari pantauan redaksi, Ibrahima Konate tetap memuji Spanyol sebagai tim yang luar biasa namun ia mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak hanya terpaku pada satu individu saja. Nada optimisme serupa juga dilontarkan oleh Maxence Lacroix yang memilih bersikap bijak dan enggan membalas provokasi tersebut dengan kalimat ofensif.
Menurut Maxence Lacroix, skuad Prancis sangat menyadari kualitas yang mereka miliki serta menghormati perjalanan impresif Spanyol di turnamen ini. Ia menekankan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memenangkan pertandingan demi melangkah ke partai puncak Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Dallas tersebut.