Mantan pelatih Spanyol, Javier Clemente, ternyata masih belum bisa melupakan kepedihan yang terjadi tiga dekade silam. "Itu adalah skandal wasit yang direncanakan," ungkap Clemente saat diwawancarai Marca pada 2022 lalu terkait eliminasi La Roja di perempat final Piala Dunia 1994. Menurut dia, jalannya pertandingan kala itu memang sengaja menguntungkan Italia mengingat basis komunitas suporter mereka yang sangat masif memadati stadion di Boston, Amerika Serikat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, kekecewaan mendalam tersebut berakar dari keputusan wasit asal Hungaria, Sandor Puhl, yang tidak memberikan penalti kepada Spanyol di masa injury time. Padahal, saat Italia unggul 2-1, Mauro Tassotti tertangkap kamera menyikut wajah Luis Enrique hingga bersimbah darah. Dari pengamatan tim redaksi, visual ikonik Luis Enrique yang mengamuk dengan jersei putih bernoda darah segar menjadi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah sepak bola dunia yang anehnya luput dari sanksi di lapangan.
Mantan penjaga gawang La Roja, Andoni Zubizarreta, turut mengenang betapa jelasnya pelanggaran fisik yang dialami rekannya tersebut. Menurut Zubizarreta, fakta bahwa Spanyol mengenakan seragam putih membuat bercak darah Luis Enrique terlihat sangat kontras dan mengerikan. Ia mengaku heran bagaimana perangkat pertandingan dan hakim garis bisa melewatkan kejadian yang memberikan dampak luka sejelas itu, bahkan ia meyakini Mauro Tassotti sendiri sempat terkejut dengan hasil dari sikutan kerasnya.
Kesedihan serupa dirasakan oleh bek Spanyol kala itu, Abelardo, yang meyakini hasil akhir akan berbeda jika teknologi modern sudah diterapkan. "Hari ini, dengan adanya VAR, itu pasti penalti dan kartu merah tanpa keraguan sedikit pun," tuturnya kepada L'Equipe. Abelardo menambahkan bahwa ketidakadilan tersebut memicu rasa frustrasi yang luar biasa karena mereka merasa bermain lebih superior daripada skuad Italia dan kehilangan kesempatan emas untuk melaju ke babak final.
Di sisi lain, aroma dendam masa lalu ini tampaknya telah menguap bagi Luis Enrique yang kini melatih PSG. Berdasarkan keterangan resmi saat Euro 2021, ia mengaku sudah beberapa kali bertemu dengan Mauro Tassotti dan menganggap mantan bek Italia itu sebagai pribadi yang jujur. Mauro Tassotti sendiri dalam wawancaranya dengan El Pais secara terbuka mengakui kesalahan fatalnya dan meminta maaf, sebuah tindakan ceroboh yang harus dibayar mahal karena ia dijatuhi skorsing delapan pertandingan dan kehilangan kesempatan bermain di laga final Piala Dunia 1994.