Devins Bookie Devins Bookie
/home / berita / Piala Dunia 2026: Masuknya Neymar...
BERITA

Piala Dunia 2026: Masuknya Neymar Picu Kehancuran Brasil atas Norwegia

Neymar tampak lesu setelah Brasil disingkirkan Norwegia pada babak gugur Piala Dunia 2026

Neymar tampak lesu setelah Brasil disingkirkan Norwegia pada babak gugur Piala Dunia 2026

Setelah rentetan kegagalan di turnamen mayor, Tim nasional Brasil sebenarnya telah menunjuk salah satu pelatih terhebat dalam sejarah sepak bola, Carlo Ancelotti, untuk menakhodai tim. Namun, terlepas dari segudang pengalaman dan trofi yang dimilikinya, pelatih asal Italia tersebut gagal mengemban misi besar ini. Langkah Selecao di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih awal, sebuah catatan buruk yang menyamai kegagalan mereka pada edisi 1990 silam.

Berdasarkan analisis jalannya pertandingan, performa tim asuhan Carlo Ancelotti ini sejatinya terbagi menjadi dua paruh yang kontras, yakni sebelum dan sesudah menit ke-67. Momen krusial tersebut ditandai dengan keputusan sang pelatih untuk memasukkan Neymar dan Danilo Santos, yang sekaligus mengubah total organisasi permainan tim di lapangan.

Dari pantauan redaksi, Brasil awalnya tampil cukup meyakinkan dengan membiarkan Norwegia menguasai bola hingga 67 persen, namun tetap berbahaya lewat skema serangan balik. Keputusan memainkan Gabriel Martinelli untuk menggantikan Lucas Paqueta yang cedera terbukti menambah daya gedor dan kecepatan. Penguasaan bola Norwegia yang dimotori Martin Odegaard pun sempat dibuat tidak berkutik dan tidak mampu menembus sepertiga akhir pertahanan Brasil.

Menurut data statistik hingga menit ke-67, Brasil tercatat mampu menyentuh bola sebanyak 24 kali di area penalti lawan, berbanding terbalik dengan Norwegia yang hanya mencatat 8 kali sentuhan. Bahkan, nilai harapan gol atau expected goals (xG) Selecao unggul jauh dengan 1,9 xG dibanding 0,65 xG milik Norwegia, meskipun Bruno Guimaraes sempat gagal mengeksekusi penalti.

Sebelum petaka menit ke-67 terjadi, Carlo Ancelotti sempat mengubah formasi dari 4-4-2 menjadi 4-5-1, menarik Vinicius ke sisi kiri dan menempatkan Gabriel Martinelli lebih ke dalam. Perubahan ini hampir membuahkan hasil andai serangan balik Martinelli tidak dipatahkan oleh Oscar Bobb, atau andai tembakan Endrick yang menerima umpan matang Vinicius tidak melebar dari gawang.

Perubahan fatal kemudian terjadi saat Neymar masuk menggantikan Gabriel Martinelli, sementara Danilo Santos menggantikan Rayan. Keputusan ini membuat Endrick digeser ke sektor sayap kanan. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa perubahan posisi ini menjadi celah besar yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang sayap Norwegia, Andreas Schjelderup.

Danilo Santos yang mengawal sisi kanan pertahanan menjadi sering terisolasi karena kurangnya bantuan pertahanan dari Endrick. Situasi ini sukses dimanfaatkan Andreas Schjelderup untuk mengirimkan umpan silang matang yang dikonversi menjadi gol oleh Erling Haaland pada menit ke-79.

Pasca perubahan taktik di menit ke-67 tersebut, performa ofensif Brasil justru menurun drastis dan kehilangan kohesi di lini belakang. Selecao bahkan tercatat tidak mampu melepaskan satu pun tembakan ke gawang hingga menit ke-94 lewat aksi spekulasi Ederson. Neymar terlihat tampil dengan beban psikologis sebagai penyelamat, namun kondisi fisiknya tidak lagi mampu mendukung pergerakannya.

Gol kedua dari Erling Haaland akhirnya menjadi pukulan telak yang menyudahi perlawanan juara dunia lima kali tersebut. Eksekusi penalti Neymar pada menit ke-109 pun sama sekali tidak berarti dan hanya menjadi sebuah aksi keputusasaan terakhir dari tim yang sudah dipastikan tersingkir dari kompetisi.

// TOPICS
#piala_dunia_2026 #timnas_brasil #neymar #carlo_ancelotti #erling_haaland #norwegia #sepak_bola_internasional
Jurnalis Olahraga Senior - Sepak Bola & Analisis Taktik

Ajiman Prasetyo adalah jurnalis olahraga ternama dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia sepak bola. Mantan koresponden di Jakarta, London, dan Madrid, ia telah meliput berbagai ajang olahraga terbesar: Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, dan liga-liga nasional. Analisis taktik dan laporan lapangannya dihargai karena kedalaman dan ketepatannya. Bergairah tentang sepak bola Eropa dan Amerika Selatan, ia menghadirkan pandangan unik dan mendalam tentang berita olahraga.