Langkah tim nasional Brasil di panggung Piala Dunia 2026 harus terhenti secara tragis di babak 16 besar setelah ditumbangkan oleh Norwegia dengan skor 2-1. Kekalahan memilukan ini menyisakan kesedihan mendalam, terutama bagi sang megabintang, Neymar. Sambil berderai air mata, pemain berusia 34 tahun tersebut mengisyaratkan bahwa karier internasionalnya bersama Selecao telah resmi berakhir. Catatan 130 caps, 80 gol, dan 58 assist menjadi warisan emas yang ditinggalkannya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam pertandingan sengit tersebut, Brasil sempat tertinggal sebelum akhirnya Neymar memperkecil kedudukan lewat eksekusi penalti di masa injury time. Berdasarkan laporan pascapertandingan, penyerang Santos tersebut tampak sangat emosional saat diwawancarai oleh saluran televisi Brasil, Globo. "Aku sudah mencoba, aku sudah mencoba. Sekarang semuanya telah berakhir," ujar Neymar sembari terbata-bata menahan tangis yang pecah di hadapan media.
Menurut penuturan sang pemain, Stadion MetLife di New Jersey menjadi tempat yang sangat sakral sekaligus emosional baginya. Di stadion itulah Neymar menandai awal perjalanannya bersama Selecao pada tahun 2010 silam saat melakoni laga uji coba melawan Amerika Serikat. "Saya memulainya di sini dan saya akan berhenti di sini," tutur mantan penggawa FC Barcelona dan PSG tersebut, mengaitkan lokasi debutnya dengan akhir dari pengabdian panjangnya.
Dari pantauan redaksi, meskipun Brasil harus pulang lebih awal, Neymar tetap menorehkan tinta emas dalam buku sejarah sepak bola negaranya. Gol tunggalnya ke gawang Norwegia mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil, melampaui rekor legenda dunia Pelé yang mengoleksi 77 gol. Selain itu, Neymar kini menyamai pencapaian Pelé sebagai pemain Brasil kedua yang mampu mencetak gol di empat edisi Piala Dunia yang berbeda.
Namun, keberhasilan individu tersebut tertutup oleh awan kelabu yang menyelimuti tim. Menurut catatan statistik, tersingkirnya Brasil di babak 16 besar ini merupakan pencapaian terburuk mereka di Piala Dunia sejak edisi 1990 silam. Sejak terakhir kali mengangkat trofi juara pada tahun 2002, tim Samba tercatat belum pernah lagi memenangkan pertandingan fase gugur melawan tim asal Eropa, sebuah kutukan yang terus menghantui raksasa Amerika Selatan ini.
Pengamatan tim redaksi juga menyoroti fakta menyakitkan bahwa Brasil kini dipastikan akan puasa gelar juara dunia selama minimal 28 tahun. Durasi ini menyamai rekor puasa gelar terpanjang mereka yang terjadi sejak Piala Dunia pertama pada tahun 1930 hingga gelar perdana mereka pada 1958. Cedera betis yang sempat membuat Neymar absen di dua laga awal fase grup seolah meringkas periode sulit sang pemain, yang sebelum laga ini tercatat tidak mencetak gol untuk negaranya selama tiga tahun terakhir.