Pelatih kepala baru tim nasional Portugal, Jorge Jesus, tidak membuang waktu untuk langsung membahas topik hangat terkait masa depan Cristiano Ronaldo. Manajer veteran berusia 71 tahun tersebut menegaskan bahwa pemilik lima gelar Ballon d'Or itu tetap menjadi bagian mendasar dalam proyek internasional yang tengah ia bangun untuk Selecao.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari Goal.com, Jorge Jesus yang baru saja menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030, meyakini bahwa Cristiano Ronaldo masih memiliki banyak hal untuk diberikan di panggung internasional. Dari pantauan redaksi, sang pelatih sangat menghargai sosok penyerang berusia 41 tahun tersebut dan melabelinya sebagai simbol sepak bola Portugal yang memiliki pengaruh luar biasa di dalam ruang ganti.
Menurut pernyataan resmi Jorge Jesus saat berbicara kepada media terkait kebijakan pemilihan pemain, dirinya memastikan akan terus memanggil bintang Al-Nassr tersebut. "Selama dia masih bermain dan berada dalam kondisi yang layak untuk dipilih, saya akan memanggilnya, dalam batasan tertentu dan di bawah kondisi yang saya anggap terbaik untuk tim nasional," jelas mantan arsitek Benfica tersebut.
Hubungan antara Jorge Jesus dan Cristiano Ronaldo sendiri memang sudah terbangun kuat di Arab Saudi. Keduanya sempat bekerja sama di Al-Nassr dan merayakan gelar juara Saudi Pro League bersama sebelum sang pelatih akhirnya ditunjuk untuk menukangi tim nasional. Pengamatan tim redaksi menilai ikatan emosional ini akan menjadi modal berharga bagi transisi taktik Selecao.
Jorge Jesus juga menepis anggapan bahwa menangani pemain bintang dengan profil sebesar Cristiano Ronaldo akan menimbulkan gesekan di dalam tim. "Saya belum berbicara dengannya. Ronaldo tidak akan pernah menjadi masalah bagi tim nasional. Tidak untuk tim nasional, dan tidak juga bagi saya. Saya sangat senang bekerja dengannya tahun lalu, sangat mudah untuk bekerja sama dengannya," tambahnya.
Kehadiran Jorge Jesus sekaligus menandai era baru Portugal setelah kepergian Roberto Martinez. Berdasarkan evaluasi pasca-turnamen, Roberto Martinez memilih mundur setelah gagal mempersembahkan trofi tertinggi. "Saya datang ke Portugal untuk memenangkan Piala Dunia, dan saya pikir, tanpa memenangkannya, tidak ada gunanya untuk melanjutkan," ungkap Roberto Martinez dalam salam perpisahannya.
Kini, tantangan besar bagi Jorge Jesus adalah menyeimbangkan integrasi generasi emas pemain muda Portugal dengan warisan besar Cristiano Ronaldo. Meskipun fokus terdekat mereka adalah laga UEFA Nations League melawan Wales pada September mendatang, target jangka panjang tetaplah menjadi yang terbaik di Piala Dunia 2030 saat Portugal menjadi tuan rumah bersama Spanyol dan Maroko.