Keputusan mengejutkan diambil oleh komisi disiplin FIFA menjelang babak 16 besar Piala Dunia 2026. Striker andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun, dipastikan batal menerima skorsing menyusul kartu merah langsung yang diterimanya pada laga fase grup melawan Bosnia dan Herzegovina. Berdasarkan keputusan terbaru ini, penyerang asal klub AS Monaco tersebut diizinkan untuk tampil membela negaranya dalam laga krusial menghadapi Belgia.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pembatalan hukuman ini langsung memicu kontroversi besar di panggung sepak bola dunia. Menurut laporan dari media ternama Amerika Serikat, New York Times, serta kantor berita internasional AP dan Reuters, terdapat dugaan intervensi politik tingkat tinggi. Dari pantauan redaksi, sebuah panggilan telepon langsung sempat dilakukan dari pihak Gedung Putih kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, guna membahas peninjauan kembali sanksi kartu merah sang pemain.
Tidak lama setelah pengumuman pembatalan skorsing tersebut dirilis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung mengekspresikan kegembiraannya melalui platform media sosial Truth Social. "Terima kasih kepada FIFA karena telah bertindak benar dan membatalkan ketidakadilan yang besar," tulis Trump dalam unggahannya yang memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta sepak bola.
Langkah tidak biasa dari badan tertinggi sepak bola dunia ini memicu protes keras dari calon lawan mereka. Federasi Sepak Bola Belgia (KBVB) mengaku sangat terkejut dengan keputusan tersebut. Berdasarkan regulasi resmi turnamen, KBVB kini tengah melakukan investigasi mendalam terkait keabsahan keputusan FIFA yang dinilai mencederai asas keadilan olahraga.
Berdasarkan catatan sejarah, peristiwa ini menjadi yang pertama kalinya sejak sistem kartu kuning dan merah diperkenalkan pada Piala Dunia 1970, di mana seorang pemain terbebas dari skorsing otomatis setelah menerima kartu merah langsung. FIFA sendiri berdalih dengan menggunakan Pasal 27 dari Kode Etik mereka, yang memungkinkan hukuman otomatis satu pertandingan diubah menjadi hukuman percobaan selama satu tahun.
Dari pengamatan tim redaksi, hilangnya Balogun sebenarnya akan menjadi kerugian besar bagi lini serang Amerika Serikat. Pemain AS Monaco tersebut saat ini berstatus sebagai top skor tim dengan torehan tiga gol sepanjang turnamen. Meski pihak Belgia merujuk pada Pasal 66.4 Regulasi Disiplin FIFA yang menegaskan sanksi otomatis, keputusan FIFA tampaknya sudah bulat untuk tetap memutihkan hukuman sang bomber.